BEI Terapkan Standar Internasional Buat Kelola Indeks

28 Oktober 2025 20:01 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BEI Terapkan Standar Internasional Buat Kelola Indeks
BEI menerapkan standar internasional IOSCO untuk meningkatkan tata kelola indeks menjadi high level.
kumparanBISNIS
Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI, Ignatius Denny. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI, Ignatius Denny. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan
Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 2 Bursa Efek Indonesia (BEI), Ignatius Denny Wicaksono, menjelaskan salah satu cara yang ditempuh BEI ialah penerapan dan deklarasi kesesuaian dengan International Organization of Securities Commissions (IOSCO) Principles for Financial Benchmarks, sebuah standar internasional yang digunakan oleh penyedia indeks global.
"Karena itu kita lakukan apa? Kita lakukan penerapan atau deklarasi bahwa kita sesuai dengan IOSCO principle. Ini sudah meningkatkan tata kelola indeks kita menjadi high level yang sebelumnya mungkin ya kita sudah, tapi belum ada pengakuan bahwa kita sesuai dengan standar benchmark internasional," ujar Denny saat Edukasi Wartawan secara daring, Selasa (28/10).
Katanya, BEI akan segera memperoleh pengakuan resmi bahwa indeksnya telah sesuai dengan standar internasional tersebut.
"Nah bulan depan ini kita mendapatkan pengakuan kita sudah sesuai dengan benchmark standar internasional. Jadi kita setara lah dengan semualah ya, MSCI, dan lain-lain yang memang mereka juga sudah mendapatkan IOSCO principle juga," tuturnya.
Ilustrasi pergerakan saham. Foto: Antarafoto
Langkah penerapan prinsip IOSCO ini difokuskan pada tiga indeks unggulan BEI, yakni IDX80, LQ45, dan IDX30. BEI menargetkan kesesuaian penuh dengan prinsip tersebut pada kuartal IV 2025, dan bakal menerbitkan deklarasi kepatuhan secara resmi pada November 2025.
Prinsip IOSCO untuk benchmark keuangan mencakup empat pilar, yaitu tata kelola (governance), kualitas benchmark, metodologi, serta akuntabilitas.
Berdasarkan paparan Denny, penerapan prinsip IOSCO diharapkan membawa sejumlah manfaat untuk pasar modal RI. Diyakini akan meningkatkan penerimaan dan penggunaan indeks oleh pelaku pasar, memperkuat kredibilitas serta kepercayaan investor, membuka peluang pengembangan produk investasi pasif seperti reksa dana indeks dan ETF, sekaligus menciptakan potensi sumber pendapatan baru bagi bursa.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memperkuat tata kelola dan meningkatkan kepercayaan investor lewat penerapan prinsip internasional IOSCO (International Organization of Securities Commissions) dalam pengelolaan indeks.
Sebelumnya Purbaya juga meminta BEI menertibkan praktik perdagangan saham "gorengan" yang merugikan investor ritel.
"Tadi kita membahas itu program-program ekonomi pemerintah seperti apa ke depan dan bagaimana memastikan programnya akan berkesenambungan dalam pengertian nggak one shot, terus mati, tapi jalan terus ke depan," ujar Purbaya usai acara Dialog Pelaku Pasar Modal Bersama Menteri Keuangan RI di Jakarta, Kamis (9/10).
Purbaya bilang insentif dari pemerintah bakal diberikan jika bursa sudah menata perilaku investor dan memastikan pasar berjalan dengan tertib.
Trending Now