Belanja Konsumen AS Tetap Tinggi Meski Tren Inflasi Terus Meningkat

27 September 2025 10:57 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Belanja Konsumen AS Tetap Tinggi Meski Tren Inflasi Terus Meningkat
Belanja konsumen AS naik di Agustus 2025, menjaga ekonomi tetap kuat meski inflasi meningkat. The Fed diperkirakan menahan pelonggaran suku bunga lebih lanjut.
kumparanBISNIS
Federal Reserve. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Federal Reserve. Foto: Shutterstock
Belanja konsumen Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih tinggi dari perkiraan pada Agustus 2025, didorong oleh rumah tangga yang masih aktif berlibur, makan di luar, dan mengeluarkan lebih banyak untuk hiburan.
Mengutip Reuters, Kondisi ini membuat perekonomian tetap tangguh di awal kuartal ketiga meski inflasi terus meningkat.
Data Departemen Perdagangan AS, menunjukkan, ekonomi masih mempertahankan momentumnya dari kuartal April–Juni. Rendahnya angka PHK dan kuatnya permintaan perusahaan terhadap peralatan menjadi alasan kuat bagi The Fed untuk tidak memangkas suku bunga lagi tahun ini setelah pelonggaran pekan lalu.
Namun, pasar tenaga kerja justru melemah. Pertumbuhan pekerjaan hampir terhenti dalam tiga bulan terakhir akibat ketidakpastian kebijakan perdagangan dan tindakan keras imigrasi yang menekan pasokan pekerja.
“Laporan ini tidak mendukung pernyataan Gubernur The Fed, Stephen Miran, bahwa suku bunga acuan harus segera diturunkan dalam jumlah besar,” kata Carl Weinberg, kepala ekonom High Frequency Economics, seperti yang dilaporkan Reuters, Sabtu (27/9).
Belanja konsumen menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi atau naik 0,6 persen pada Agustus setelah 0,5 persen di Juli, melebihi perkiraan ekonom sebesar 0,5 persen.
Peningkatan terutama berasal dari layanan seperti transportasi, perjalanan udara, restoran, bar, hotel, dan rekreasi, disertai kenaikan pengeluaran untuk jasa keuangan, asuransi, layanan kesehatan, perumahan, dan utilitas.
Federal Reserve. Foto: Shutterstock
Rumah tangga juga meningkatkan pembelian barang rekreasi, kendaraan, pakaian, alas kaki, makanan, minuman, bensin, dan energi lainnya.
Secara keseluruhan, pengeluaran barang melonjak 0,8 persen setelah naik 0,6 persen di bulan sebelumnya. Dorongan konsumsi ini terutama datang dari rumah tangga berpenghasilan tinggi, yang kekayaannya bertambah berkat pasar saham dan harga rumah yang masih tinggi.
Data The Fed menunjukkan kekayaan rumah tangga melonjak ke rekor USD 176,3 triliun pada kuartal kedua. Revisi data akun nasional juga mencatat pendapatan lebih kuat sepanjang 2024 dan tahun ini, dengan tabungan rumah tangga mencapai 5,7 persen pada April.
Namun, rumah tangga berpenghasilan rendah semakin tertekan oleh kenaikan harga barang akibat tarif impor Presiden Donald Trump dan pemotongan Program Bantuan Nutrisi Tambahan (kupon makanan).
“Kesejahteraan kaum kaya di Amerika jauh lebih baik daripada yang dipahami sebelumnya, sementara revisi pada kategori pendapatan untuk kaum miskin jauh lebih kecil,” ujar Bill Adams, kepala ekonom Comerica Bank.
Pekan lalu, The Fed memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin ke kisaran 4–4,25 persen. Pasar keuangan masih memperkirakan dua kali penurunan suku bunga lagi tahun ini, mendorong saham Wall Street lebih tinggi, dolar melemah, dan imbal hasil obligasi pemerintah stagnan.
-
Reporter: Nur Pangesti
Trending Now