BI Dorong Digitalisasi untuk Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah
30 Oktober 2025 18:21 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
BI Dorong Digitalisasi untuk Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah
Bank Indonesia menegaskan, digitalisasi menjadi kunci bagi pemda untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).kumparanBISNIS

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta menegaskan, digitalisasi menjadi kunci bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
BI tengah menyiapkan peluncuran katalis Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (PPDD) guna mendorong optimalisasi transaksi pemerintah daerah di tengah penurunan alokasi APBD.
โJadi PPDD transaksi pemerintah, besok akan meluncurkan katalis bagaimana kita, dengan kondisi APBD yang agak diturunkan, ini pemerintah daerah dipaksa berpikir keras untuk meningkatkan PAD,โ kata Fili dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia & Indonesia Fintech Summit & Expo 2025 di JCC Senayan, Kamis (30/10).
Fili menambahkan, riset BI menunjukkan bahwa digitalisasi terbukti mampu meningkatkan PAD. Melalui pemanfaatan teknologi, daerah dapat memperluas basis pendapatan dan memperkuat tata kelola keuangan.
Dalam memperkuat ekosistem transaksi digital daerah, BI menyiapkan tiga strategi utama. Pertama, inovasi dan akseptasi digital, yaitu mendorong inovasi produk dan model bisnis pembayaran digital oleh penyedia jasa pembayaran (PJP), memperkuat manajemen risiko, perlindungan konsumen, serta meningkatkan literasi digital secara kolaboratif antara Satgas PPDD, TPPDD, dan industri sistem pembayaran.
Kedua, penguatan infrastruktur sistem pembayaran agar stabil, modern, memenuhi standar internasional, serta mendukung prinsip 3i yakni interkoneksi, interoperability, dan integrasi baik pada infrastruktur BI maupun industri.
Ketiga, konsolidasi industri untuk memperkuat peran perbankan, khususnya Bank Pembangunan Daerah (BPD), sebagai lembaga keuangan utama dalam digitalisasi pembayaran di daerah dan pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
