Bobby Ungkap 1.000 ASN Sumut Main Judol, Minta BEI Kasih Literasi Investasi
21 November 2025 16:51 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Bobby Ungkap 1.000 ASN Sumut Main Judol, Minta BEI Kasih Literasi Investasi
Lebih dari 1.000 ASN Sumut terjerat judi online, Bobby Nasution minta BEI beri literasi investasi sebagai solusi alternatif finansial.kumparanBISNIS

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, mencatat lebih dari 1.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sumut terlibat judi online (judol). Temuan itu, berasal dari laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
"Ini terbuka saja. Ada 1.000 lebih ASN Pemprov itu kena judi online. Ini hasil PPATK yang kami dapatkan. Dan ini sudah kita lakukan teguran keras kepada seluruh ASN," ujar Bobby dalam acara Medan Sharia Investor City 2025 di Medan, Sumatera Utara, Jumat (21/11).
Bobby meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) turut memberi solusi, salah satunya dengan memberikan kelas literasi pasar modal bagi ASN Pemprov Sumut.
Dia menilai pengetahuan investasi bisa jadi alternatif yang jauh lebih sehat dibandingkan judi online maupun praktik korupsi.
"Daripada cari uang dari korupsi, ngambil-ngambil fee dari proyek, bagus belajar pasar modal. Nanti kalau boleh dikasih kelas sedikit pak kepada ASN-ASN ini bisa ngitung-ngitung bagaimana yang bagus, emitennya yang mana yang kira-kira naik, kira-kira mana yang mau turun," katanya.
Bobby juga menuturkan banyak ASN Pemprov Sumut terbebani cicilan, terutama di Bank Sumut, sehingga rentan terjerumus ke perilaku keuangan yang salah. Ia berharap edukasi pasar modal bisa memberi pemahaman baru bagi ASN.
"Kalau nggak, bapak [BEI] yang ngajarin. [Nanti] yang ngajarin mereka kontraktor nanti, nah itu kalau kontraktor yang ngajarin jadinya korupsi," ujar Bobby.
Dengan pemahaman dasar pasar modal yang memadai, para pegawai pemerintah tidak hanya bisa memahami mekanismenya, tetapi juga berpeluang ikut berpartisipasi sebagai investor.
Menurut Bobby, pemahaman pasar modal itu agar ASN turut merasakan manfaat perkembangan pasar modal dan mampu mengambil keputusan finansial yang lebih baik.
