BPS: RI Alami Deflasi 0,37 Persen di Mei 2025

2 Juni 2025 11:48 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BPS: RI Alami Deflasi 0,37 Persen di Mei 2025
BPS melaporkan indeks harga konsumen (IHK) di Mei 2025 mengalami deflasi sebesar 0,37 persen.
kumparanBISNIS
Pedagang memilah bawang merah di kiosnya di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (1/11/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pedagang memilah bawang merah di kiosnya di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (1/11/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) di Mei 2025 menunjukkan deflasi sebesar 0,37 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm). Sementara secara tahunan (yoy), menunjukkan tingkat inflasi sebesar 1,60 persen.
"Pada Mei 2025, terjadi deflasi yang lebih dalam dari deflasi Mei 2024," kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini di Kantor Pusat BPS, Senin (2/6).
Pudji mengatakan, tingkat inflasi tahun kalender per Mei 2025 sebesar 1,19 persen. Penyumbang inflasi bulanan terbesar utama pada bulan Mei ini berasal kelompok tarif informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dengan andil inflasi 0,02 persen.
Komponen harga yang diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 0,02 persen, dengan andil deflasi 0,01 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah tarif angkutan antar kota dan bensin.
Calon pembeli melintas di dekat bawang merah yang dijual di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (1/11/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Kemudian, komponen harga bergejolak mengalami deflasi sebesar 2,48 persen, dengan andil deflasi 0,41 persen. Dengan komoditas penyumbang adalah cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih.
β€œKomponen inti mengalami inflasi sebesar 0,08 persen dengan andil inflasi sebesar 0,05 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen inti adalah tarif pulsa ponsel, emas perhiasan, dan kopi bubuk,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pudji mencatat 31 provinsi di Indonesia mengalami deflasi, sementara 7 provinsi mengalami inflasi. Adapun total provinsi Indonesia saat ini ada 38 provinsi.
β€œInflasi tertinggi terjadi di Papua Pegunungan sebesar 0,91 persen. Sementara deflasi terdalam terjadi di Gorontalo sebesar 1,68 persen,” ujarnya.
Trending Now