BRI Hadirkan Perahu Literasi, Dorong Akses Pendidikan di Pesisir Tolitoli

25 Oktober 2025 11:38 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BRI Hadirkan Perahu Literasi, Dorong Akses Pendidikan di Pesisir Tolitoli
BRI Peduli meluncurkan Perahu Literasi di Tolitoli, Sulawesi Tengah, guna memperluas akses pendidikan dan budaya membaca anak-anak di wilayah pesisir melalui program Literasi Anak Negeri.
kumparanBISNIS
BRI Peduli Hadirkan Perahu Literasi untuk Mendorong Akses Pendidikan di Tolitoli, Sulawesi Tengah. Foto: Dok. BRI.
zoom-in-whitePerbesar
BRI Peduli Hadirkan Perahu Literasi untuk Mendorong Akses Pendidikan di Tolitoli, Sulawesi Tengah. Foto: Dok. BRI.
Di banyak wilayah pesisir Indonesia, akses pendidikan masih jadi tantangan besar. Anak-anak harus menempuh perjalanan jauh, bahkan melintasi laut, hanya untuk bisa membaca buku atau belajar di sekolah. Melihat kondisi itu, BRI Peduli mengambil langkah nyata lewat program “Literasi Anak Negeri” dengan menyalurkan Perahu Literasi untuk anak-anak di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.
Program ini merupakan kolaborasi BRI Peduli—bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI—dengan Yayasan Lopie Bahari Nusantara Tolitoli. Melalui kerja sama ini, BRI tak hanya menyediakan perahu, tapi juga perlengkapan penunjang seperti buku bacaan, alat tulis, dan proyektor untuk mendukung kegiatan belajar di pulau-pulau kecil di sekitar Tolitoli.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk dukungan BRI terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin keempat tentang pendidikan berkualitas dan inklusif.
“Perahu Literasi di Tolitoli menjadi wujud kepedulian BRI terhadap kemajuan pendidikan di wilayah pesisir. Harapannya, anak-anak di pulau terluar bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan membaca,” ujarnya.
Menurut Dhanny, peningkatan kualitas pendidikan menjadi pondasi utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas. Karena itu, BRI terus berkomitmen menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat di daerah terpencil melalui kolaborasi lintas sektor.
Anak-anak dengan Semangat Membaca Buku dari Program BRI Peduli-Literasi Anak Negeri. Foto: Dok. BRI.
Ketua Yayasan Lopie Bahari Nusantara Tolitoli, Fandy Lamaming, menambahkan bahwa kehadiran Perahu Literasi sangat membantu mobilitas kegiatan literasi antar pulau. Selain menjadi sarana transportasi, perahu tersebut juga berfungsi sebagai perpustakaan terapung dan media edukasi bagi anak-anak.
“Sekarang kami bisa berlayar ke pulau-pulau terluar dengan aman. Anak-anak senang dengan buku baru, dan malamnya mereka bisa menonton film edukatif. Bantuan ini benar-benar mewujudkan mimpi kami,” kata Fandy.
Yayasan Lopie Bahari Nusantara sendiri berdiri pada 2022 dan aktif menyebarkan literasi di pulau-pulau terluar Tolitoli seperti Lingayan, Dolangan, dan Salando. Kegiatan mereka meliputi kelas baca tulis, pelatihan bahari berkelanjutan, hingga kegiatan literasi untuk anak dan dewasa.
Dhanny menutup dengan pesan bahwa Perahu Literasi bukan sekadar sarana distribusi buku, tapi juga simbol semangat untuk menghidupkan kembali budaya membaca di daerah pesisir.
“Perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil, asal dilakukan dengan komitmen dan kolaborasi. Kami percaya, sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dapat memperluas dampak positif gerakan literasi seperti ini,” ungkapnya.
Selain di Tolitoli, BRI Peduli juga menjalankan Program Literasi Anak Negeri di SDN 1 Malaka, Lombok Utara, dengan kegiatan yang fokus meningkatkan kemampuan membaca, kemandirian siswa, dan kapasitas tenaga pengajar.
Trending Now