BSDE Terbitkan Obligasi, Dana untuk Infrastruktur BSD City dan Modal Kerja

9 September 2025 10:18 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BSDE Terbitkan Obligasi, Dana untuk Infrastruktur BSD City dan Modal Kerja
BSDE menerbitkan obligasi untuk pengembangan infrastruktur BSD City dan modal kerja perusahaan.
kumparanBISNIS
Ilustrasi properti di Bumi Serpong Damai. Foto: Akhmad Dody Firmansyah/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi properti di Bumi Serpong Damai. Foto: Akhmad Dody Firmansyah/Shutterstock
Pengembang kawasan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melakukan aksi korporasi dengan menerbitkan obligasi dan sukuk ijarah. Obligasi yang diterbitkan adalah Obligasi IV BSD dengan nilai maksimal Rp 2 triliun dan Sukuk Ijarah I dengan nilai maksimal Rp 1 triliun.
β€œPada tahap pertama, BSDE menargetkan perolehan dana sebesar Rp 1 triliun, terdiri dari Rp 500 miliar obligasi konvensional dan Rp 500 miliar sukuk ijarah. Instrumen ini telah memperoleh peringkat idAA (obligasi) dan idAA (Syariah) (sukuk) dari Pefindo,” kata Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, dalam keterangan tertulis, Senin (8/9).
Nantinya, perolehan tersebut akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur kota di BSD City dan untuk modal kerja. Proses book building yang berakhir pada 4 September 2025 mendapat tanggapan positif dari investor.
Obligasi tersebut direncanakan akan listing pada 24 September 2025 dengan indikasi tingkat pengembalian Seri A (3 tahun) sebesar 6,00-6,75 persen, Seri B (5 tahun) sebesar 6,25-7,00 persen dan Seri C (7 tahun) sebesar 6,75–7,50 persen.
Pada semester I 2025, BSDE membukukan laba bersih konsolidasian tercatat sebesar Rp 1,29 triliun. Selain itu, BSDE juga sudah membukukan pendapatan usaha konsolidasian sebesar Rp 6,39 triliun. Hal ini didominasi oleh penjualan unit rumah, lot tanah dan strata title sebesar Rp 5,55 triliun atau 86,81 persen dari total pendapatan usaha.
β€œCapaian ini mencerminkan keberhasilan BSDE dalam mengelola sekaligus memasarkan portofolio unggulan, khususnya produk residensial dan komersial,” ujar Hermawan.
Sampai Juni 2025, BSDE mengelola cadangan lahan lebih dari 4.380 hektar senilai Rp 17,55 triliun dengan porsi terbesar berada di BSD City. Nantinya, aset ini akan menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang BSDE.
Hingga akhir Juni 2025, BSDE juga mencatat penurunan jumlah liabilitas menjadi Rp 25,90 triliun atau turun Rp 2,80 triliun dibanding Desember 2024. Selain itu, Rasio Debt-to-Equity (DER) juga membaik menjadi 0,25x. BSDE juga menjaga posisi kas dan setara kas yang kuat sebesar Rp8,80 triliun serta Jumlah Aset sebesar Rp 76,64 triliun
β€œDengan rasio DER yang rendah, BSDE memiliki fleksibilitas lebih besar untuk melakukan ekspansi sekaligus memastikan keberlanjutan proyek strategis,” kata Hermawan.
Trending Now