BSI Catat 9,7 Juta WNI Belum Mulai Menabung untuk Ibadah Haji

13 Agustus 2025 12:25 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BSI Catat 9,7 Juta WNI Belum Mulai Menabung untuk Ibadah Haji
PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI mencatat sebanyak 9,7 juta penduduk masih belum memulai tabungan haji.
kumparanBISNIS
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna dalam peluncuran tabungan haji berhadiah umroh di kantor pusat BSI, Jakarta Selatan pada Rabu (13/8/2025). Foto: Argya Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna dalam peluncuran tabungan haji berhadiah umroh di kantor pusat BSI, Jakarta Selatan pada Rabu (13/8/2025). Foto: Argya Maheswara/kumparan
PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI mencatat sebanyak 9,7 juta penduduk masih belum memulai tabungan haji. Angka tersebut berdasarkan estimasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang wajib haji, BSI mengistilahkan kelompok ini sebagai istitha'ah.
Kelompok istitha'ah ini menurut perhitungannya sebanyak 21 juta penduduk atau 8,75 persen dari total penduduk muslim di Indonesia sekitar 240 juta.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna mendorong agar para penduduk yang masuk ke dalam kategori mampu namun belum mulai menabung haji itu untuk segera memulai tabungan haji.
β€œKalau kita lihat yang belum menabung itu masih 9,7 juta, nah ini kita harus terus ingatkan ayo pak, ayo bu, haji itu wajib loh lebih wajib daripada punya mobil. Karena di rukun Islam enggak ada ya punya mobil, yang ada itu adalah syahadat, salat, zakat gitu ya, kemudian naik haji dan puasa,” kata Anton dalam peluncuran tabungan haji berhadiah umroh di kantor pusat BSI, Jakarta Selatan pada Rabu (13/8).
Anton juga mengingatkan soal waktu tunggu keberangkatan haji yang terus meningkat setiap tahunnya. Apabila tidak menabung, nantinya keberangkatan haji justru bisa terhambat dengan kondisi fisik seiring meningkatnya usia.
β€œKalau anda tinggal di Jakarta itu masa tunggunya 28 tahun, hari ini 28 tahun ya, kalau tahun depan biasanya naik ke 30 tahun karena tiap tahun kan nambah,” ujarnya.
Di samping alasan masa tunggu haji yang semakin tahun semakin lama, Anton juga mengingatkan soal biaya haji yang terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini menurut Anton perlu menjadi edukasi bagi para wajib haji agar dapat melakukan perencanaan haji.
Ilustrasi uang Riyal Arab Saudi. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Ia memberi contoh terdapat kenaikan biaya riil untuk naik haji antara tahun 2012 dengan 2022 yang mencapai Rp 51,57 juta. Pada tahun 2012, biaya riil untuk naik haji masih ada pada angka Rp 45,93 juta sementara di tahun 2022 angkanya sudah mencapai Rp 97,50 juta.
β€œKenaikan ini kan tentu saja akibat dari kurs, nilai tukar, karena haji ini banyak komponennya itu harus dibayar dengan mata uang asing, baik USD untuk pembelian avturnya, sewa pesawatnya dan sebagainya, termasuk hotel dan segala macam,” kata Anton.
Untuk perkembangan haji di BSI, saat ini BSI tercatat sebagai bank pilihan jemaah haji Indonesia dengan jumlah antrean atau waiting list sebesar 3.299.087 penduduk atau 62,7 persen dari total jumlah waiting list sebesar 5.257.591 penduduk.
Sementara itu, untuk tabungan haji di BSI, saat ini pesertanya masih didominasi oleh kelompok usia 35-64 tahun dengan angka 3,8 juta nasabah atau 65,8 persen dari total keseluruhan nasabah sebanyak 5,9 juta.
Selain itu, untuk musim haji tahun 2025, mayoritas keberangkatan juga melalui BSI dengan 172.302 jemaah atau 84,7 persen dari total 203.320 jemaah yang berangkat. Terkait pendaftaran haji online di BSI, angkanya juga terus meningkat mencapai 78.888 pendaftar pada 2024 atau 42 persen dari total pendaftar sebanyak 138.514.
Trending Now