BTN Sudah Salurkan 129.687 Unit KPR Subsidi, 37% dari Kuota Nasional 2025
5 Oktober 2025 21:24 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
BTN Sudah Salurkan 129.687 Unit KPR Subsidi, 37% dari Kuota Nasional 2025
Secara rinci, BTN sudah menyalurkan 93.098 unit KPR subsidi per 26 September 2025, sementara BTN Syariah 36.589 unit. kumparanBISNIS

Menteri PKP Maruarar Sirait memaparkan data penyaluran KPR Subsidi FLPP hingga 26 September 2025, yang menunjukkan BTN berada di tingkat teratas dengan jumlah yang disalurkan mencapai 93.098 unit, disusul unit usaha syariahnya yakni BTN Syariah dengan 36.589 unit.
Adapun jumlah unit KPR subsidi yang disalurkan BTN tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan penyaluran oleh bank-bank milik negara lainnya atau Himbara, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sebanyak 17.515 unit, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dengan capaian 8.440 unit, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebanyak 7.963 unit.
Ara menyebutkan, sebagai bank yang berkontribusi paling besar dibandingkan bank-bank penyalur KPR FLPP lainnya, BTN diharapkan dapat terus mendukung Program 3 Juta Rumah melalui penyaluran pembiayaan untuk pembangunan dan renovasi rumah rakyat.
โKami mengucapkan terima kasih atas kontribusi BTN karena menjadi yang paling besar dari semua bank penyalur KPR FLPP yang ada,โ ujar Ara dalam keterangannya, Minggu (5/10).
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu optimistis bahwa penyaluran 220.000 rumah melalui KPR FLPP sesuai yang dialokasikan pemerintah dapat tercapai. Terlebih, pemerintah telah menyediakan berbagai kebijakan yang mempermudah masyarakat untuk memiliki rumah subsidi.
Sebagai contoh, pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi 0 persen untuk MBR dan aturan maksimal penghasilan untuk MBR penerima program FLPP.
โDi aturan yang baru, maksimal penghasilan MBR terbagi dalam beberapa zona. Untuk Jabodetabek ditetapkan Rp1 2 juta untuk single income dan Rp14 juta untuk joint income bersama pasangan. Mudah-mudahan kebijakan ini dapat memperbaiki kemampuan bayar para pembeli rumah,โ ujar Nixon.
