Bulog Pasok 48 Ton Beras Premium ke Batam dan Karimun
27 November 2025 15:08 WIB
·
waktu baca 3 menit
Bulog Pasok 48 Ton Beras Premium ke Batam dan Karimun
Bulog perkuat pasokan beras di Batam menyusul mencuatnya isu beras ilegal masuk. Perusahaan pastikan stok aman.kumparanBISNIS

“Jumlahnya ini adalah 48.000 kilo atau setara dengan 48 ton. Saya kira cukup untuk tahap awal ini. Dan mungkin besok atau lusa kita akan kirim lagi lebih besar lagi, ratusan ton ataupun ratusan ribu kilo. Sesuai dengan kebutuhan dari daerah masing-masing,” kata Rizal di Gudang Bulog Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (27/11).
Batam maupun Kepulauan Karimun mendapatkan jatah 24 ton beras premium dalam periode pengiriman kali ini. Menurut Rizal, kebutuhan beras di Pulau Batam mencapai 1.000 ton per bulan, sementara stok yang tersedia saat ini tercatat 3.200 ton di gudang Bulog Batam serta 250 ton di gudang Pulau Karimun.
Selain untuk memastikan pasokan beras premium aman imbas adanya importasi beras ke wilayah Batam, penguatan suplai ini juga dilakukan sebagai langkah antisipasi jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Menjelang Natal dan Tahun Baru, kita akan dorong juga atau moving istilah kami beras Bulog ke beberapa daerah. Nah untuk hari ini, karena prioritas kita dorong ke Batam sebagai langkah tindak lanjut supaya tidak adanya lagi isu-isu terkait adanya impor beras,” ujar Rizal.
Pengiriman ke Batam mencakup dua jenis beras premium Bulog yaitu Sentra Ramos dan Punokawan, yang dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Zona II Rp 15.400 yaitu Rp 14.900 per kilogram.
“Beras premium ini, ini ada dua jenis yang kita kirim yang pertama adalah Sentra Ramos, kemudian yang kedua adalah dengan merek Punokawan,” kata Rizal.
Pengiriman diperkirakan tiba di Batam pada Rabu (3/12), dan diharapkan segera didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.
Selain Batam, Bulog juga memprioritaskan pengiriman ke wilayah Indonesia Timur seperti Maluku, Papua, dan NTT. Rizal menyampaikan bahwa mayoritas masyarakat di wilayah tersebut merayakan Natal, sehingga kebutuhan pangan harus dipastikan aman.
“Jadi bukan hanya ini nanti kita kirim ke Batam. Tapi kita juga akan kirim ke wilayah-wilayah Indonesia Timur khususnya. Di Maluku, Papua, NTT kita akan kirim juga. Karena saudara-saudara kita yang di Indonesia Timur banyak yang Nasrani,” ujarnya.
Selain Indonesia Timur, Kota Sabang juga akan menerima pasokan beras premium Bulog dalam waktu dekat melalui Gudang Bulog yang berada di Banda Aceh.
Lebih lanjut dia menjelaskan saat ini Cadangan Beras Pemerintah (CBP) capai 3,8 juta ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir 2025 bahkan awal 2026.
“Masyarakat tidak perlu bimbang dan ragu bahwa stok beras kita mencukupi dan tidak perlu adanya lagi impor-impor dari mana pun,” katanya.
Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia diproyeksi bisa memproduksi 34,77 juta ton pada tahun ini.
Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membeberkan ada laporan baru soal temuan 40,4 ton beras dan 2,04 ton minyak goreng ilegal yang masuk melalui Batam. Laporan itu diterima pada Senin malam, saat Amran masih memantau perkembangan penindakan kasus penyelundupan beras di Sabang.
"Tadi malam ada laporan dari Batam melalui Lapor Pak Amran menyampaikan bahwasannya ada beras yang sandar jam 11 malam," ujar Amran di kediamannya, Jakarta Selatan, Selasa (25/11).
