BUMN Yoda Karya Berubah Jadi Agrinas Pangan, Urus 425 Ribu Ha Sawah Food Estate
14 Mei 2025 17:49 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
BUMN Yoda Karya Berubah Jadi Agrinas Pangan, Urus 425 Ribu Ha Sawah Food Estate
Yoda Karya sebelumnya sebuah BUMN di bidang konsultasi engineering, kini berubah jadi urus sawah demi swasembada pangan. kumparanBISNIS

PT Yoda Karya (Persero), sebuah BUMN di bidang konsultasi engineering berubah menjadi PT Agrinas Pangan Nusantara. Perubahan ini juga terjadi pada lini bisnis perusahaan yang kini mengelola sawah baru seluas ratusan ribu hektare di berbagai wilayah strategis.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan tugas baru Agrinas Pangan ini untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto yaitufood estateatau lumbung pangan untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
"Presiden kita Pak Prabowo Subianto ingin tanah kita yang subur, rakyat kita yang semangat dan tahan banting ini, kerja keras ini harus dilengkapi dengan mekanisasi," ujar Sudaryono dalam Launching PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) di Pos Bloc Jakarta, Rabu (14/5).
Mekanisasi akan membuat proses tanam dan panen lebih cepat sehingga produktivitas meningkat. Tahun ini, pemerintah telah mencanangkan cetak sawah baru seluas 225.000 hektare di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan.
Prabowo minta ada tambahan 200.000 hektar sawah baru lagi hingga akhir tahun ini. Total ada 425.000 hektar lahan produktif yang ditugaskan ke Agrinas Pangan untuk dikelola.
โBaru berdiri, baru melek, baru jalan, Agrinas Pangan sudah memiliki atau sudah mengelola di akhir tahun ini total 425.000 hektare sawah lahan produktif kita yang pengerjaannya tidak lagi dicangkul tapi menggunakan mekanisasi dengan alat yang besar,โ ucapnya.
Dengan sistem tanam modern dan input produksi yang efisien, pemerintah berharap harga beras bisa ditekan tanpa mengorbankan kualitas. โHitungan kalkulasi di atas kertas, food estate kita ini bisa menghadirkan beras dengan kualitas yang baik yang harga per kilonya bisa di kisaran 6.000 sampai 7.000,โ imbuh Sudaryono.
Ditemui terpisah, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyampaikan Agrinas Pangan tengah menyiapkan langkah awal pengelolaan lahan dengan pendekatan kehati-hatian dan transparansi. Proyek quick win pertama akan dimulai di kawasan Baturaja, perbatasan antara Palembang dan Lampung.
โQuick win yang kita lakukan yaitu kita bekerja sama dengan TNI di lahan yang di Baturaja ada 11.000 hektare. Itu adalah quick win kita. Jadi itu yang pertama kali kita akan siapkan dengan perhitungan-perhitungan yang matang untuk mengeksekusinya,โ ujarnya.
Joao menambahkan, dalam 1-2 bulan ke depan, kegiatan di Baturaja akan mulai berjalan dengan pendanaan sementara dari Yodya Karya. Sementara itu, berbagai kerja sama strategis terus dijalin untuk memperkuat ekosistem produksi, termasuk pengadaan mesin, pengolahan, hingga riset bibit.
โKita menandatangani MoU dengan Awila dari Jerman terkait dengan rencana pembuatan pit mill-nya dan mesin-mesinnya akan kita beli dari sana,โ jelas Joao.
Ia menyebutkan, Agrinas juga bekerja sama dengan Sankyu dari Taiwan karena mesin mereka dinilai efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan.
Dalam hal penguatan sumber daya genetik, Agrinas menggandeng berbagai perguruan tinggi. โKita juga menggandeng UGM dalam mempersiapkan bibit yang unggul, yang tangguh dan teruji,โ imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan riset dan pemantauan akan dilakukan secara terbuka agar semua pihak bisa terlibat. Hal ini sejalan dengan semangat manajemen yang akuntabel dan transparan yang tengah ia bangun di internal perusahaan.
Terkait pendanaan, Joao mengungkapkan hingga saat ini Agrinas belum menerima dana dari pemerintah atau publik. Ia juga menolak dana Rp 3 triliun yang sempat ditawarkan karena ingin memastikan perencanaan teknis disiapkan dengan matang terlebih dahulu.
โKami tidak memproses itu karena kami menunggu kepastian desain maupun rencana selesai dulu,โ tegas Joao.
Menurutnya, Agrinas hanya akan menggunakan dana publik secara bertanggung jawab dan berdasarkan hitungan bisnis yang jelas. Sebagai perusahaan persero, Agrinas juga bertekad untuk menjadi BUMN yang sehat dan berkontribusi terhadap penerimaan negara.
โSaya dibebani dan saya juga berprinsip bahwa saya akan membawa BUMN ini menjadi satu BUMN yang produktif, sehat dan bisa berkontribusi dalam membayar pajak untuk negara,โ tegasnya.
Meski belum mendapat suntikan dana besar, Joao optimistis target produksi awal tetap bisa tercapai. โDengan 11 ribu hektare yang kita kelola ini, kita berharap dalam waktu tahun ini kita bisa paling tidak produksi satu kali. Kalau 11 ribu dikali lima kan kurang lebih sekitar 55 ribu ton gabah,โ pungkasnya.
