Cadangan Devisa RI Turun Jadi USD 148,7 Miliar pada September 2025

7 Oktober 2025 11:27 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cadangan Devisa RI Turun Jadi USD 148,7 Miliar pada September 2025
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2025 tercatat sebesar USD 148,7 miliar.
kumparanBISNIS
Petugas menghitung uang dolar AS di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (23/6/2022). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas menghitung uang dolar AS di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (23/6/2022). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2025 tercatat sebesar USD 148,7 miliar. Angka ini lebih rendah dari posisi pada akhir Agustus 2025 sebesar USD 150,7 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan perkembangan tersebut dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah BI dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.
β€œPosisi cadangan devisa akhir September 2025 tersebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,” kata Denny dalam keterangan tertulis, Selasa (7/10).
Petugas keamanan melakukan penjagaan di kawasan Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Meski menurun, bank sentral menilai cadangan devisa ini tetap kuat karena level tersebut masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Deny menambahkan, cadangan devisa ini mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Hal ini sejalan dengan prospek ekspor yang tetap terjaga serta neraca transaksi modal.
Selain itu, finansial yang diperkirakan tetap mencatatkan surplus sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
β€œBI terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Denny.
Reporter: Nur Pangesti
Trending Now