China Beli Tambang Emas Kazakhstan Senilai Rp 19,4 Triliun
1 Juli 2025 3:30 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
China Beli Tambang Emas Kazakhstan Senilai Rp 19,4 Triliun
Perusahaan China akan mengakuisisi tambang emas Kazakhstan, akuisis terbesar dalam sejarah perusahaan dalam enam tahun terakhir. kumparanBISNIS

Dikutip dari Bloomberg, Senin (30/6), produsen emas dan tembaga terbesar di China itu telah menyepakati pembelian Tambang Emas Raygorodok senilai USD 1,2 miliar atau sekitar Rp 19,49 triliun (kurs 16.238), berdasarkan pernyataan Zijin Mining dalam pengajuan ke Bursa Efek Hong Kong.
Jika kesepakatan tersebut rampung, maka akan menjadi akuisisi terbesar perusahaan dalam enam tahun terakhir.
Perusahaan menyatakan tambang yang berlokasi di Asia Tengah itu masih memiliki masa operasional sekitar 16 tahun, dengan produksi emas tahunan rata-rata sekitar 5,5 ton, yang diperkirakan akan meningkatkan produksi dan pendapatan Zijin Mining mulai tahun 2025 ini, menurut perusahaan. Penyelesaian akuisisi ini masih menunggu persetujuan dari otoritas China dan Kazakhstan.
βMelihat rekam jejak Zijin, kami memperkirakan perusahaan ini akan mampu memperluas skala produksinya setelah transaksi rampung,β tulis Jack Shang, analis dari Citigroup Inc. dalam sebuah catatan.
βKami menganggap transaksi ini menarik mengingat potensi peningkatan sumber daya,β tambahnya.
Sementara itu, analis Bloomberg Intelligence, Michelle Leung, menyatakan bahwa pembelian ini akan membantu Zijin Mining mencapai target produksi emas pada 2028 sebesar 100 hingga 110 ton, sekaligus memenuhi target margin perusahaan.
Langkah akuisisi ini merupakan bagian dari upaya ekspansi produsen emas China ke luar negeri, karena kualitas tambang dalam negeri semakin menurun dan harga emas yang tinggi menjadi insentif kuat untuk meningkatkan produksi.
Saham Zijin Mining sempat turun hingga 2,5 persen di Bursa Efek Hong Kong setelah pengumuman tersebut, sebelum diperdagangkan turun 1,5 persen ke level HKD 20,20 per lembar pada pukul 12.36 waktu setempat.
