Convention TAA AAJI: Perkuat Profesionalisme Agen Asuransi Jiwa di Era Digital

20 Agustus 2025 19:56 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Convention TAA AAJI: Perkuat Profesionalisme Agen Asuransi Jiwa di Era Digital
AAJI menggelar Convention Top Agent Awards yang ke-38. Kegiatan ini menghadirkan Didiet Maulana dan Raditya Dika sebagai pembicara. Ditutup dengan pemberian penghargaan.
kumparanBISNIS
Kegiatan Convention Top Agent Awards oleh AAJI. Foto: dok. AAJI
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan Convention Top Agent Awards oleh AAJI. Foto: dok. AAJI
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sukses menggelar Convention Top Agent Awards (TAA) ke-38 pada Kamis, (14/8) di Marriot Hotel, Yogyakarta.
Acara ini mempertemukan ratusan tenaga pemasar berprestasi, pimpinan perusahaan anggota, regulator, dan pemangku kepentingan industri dengan tujuan memperkuat profesionalisme agen asuransi jiwa di tengah tantangan digitalisasi dan perubahan perilaku konsumen.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono, menegaskan peran sentral agen dalam mendistribusikan produk asuransi jiwa.
“Kanal keagenan telah menjadi pilar utama distribusi asuransi jiwa di Indonesia. Di era transformasi digital, agen tidak hanya dituntut menguasai penjualan, tetapi juga memberikan edukasi, membangun kepercayaan, dan menjadi konsultan keuangan bagi masyarakat,” ujar Ogi.
OJK pun ikut mendorong seluruh pelaku industri untuk memastikan tenaga pemasar memiliki kompetensi, integritas, dan relevansi dengan perkembangan zaman.
Dalam kesempatan itu, Ogi juga menyaksikan peluncuran implementasi QR Code pada Surat Tanda Terdaftar (STTD) agen asuransi yang diterbitkan melalui Sistem Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) OJK.
Inovasi ini akan memudahkan calon pemegang polis memverifikasi status agen asuransi terdaftar. Nantinya, setiap perusahaan asuransi diwajibkan mencantumkan QR Code STTD pada kartu identitas maupun kartu nama agen, sehingga transparansi dan akuntabilitas profesi semakin terjamin.

AAJI Luncurkan Microsite Asuransi Jiwa

Bersamaan dengan Convention Top Agent Awards (TAA) ke-38 ini, AAJI juga memperkenalkan microsite Asuransi Jiwa, platform pembelajaran digital yang dirancang untuk memperkuat literasi dan profesionalisme tenaga pemasar di seluruh Indonesia.
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon. Foto: dok, AAJI
Microsite ini menyediakan materi pelatihan yang mudah diakses, fleksibel, dan berkelanjutan. Sehingga, setiap agen dapat terus meningkatkan kompetensi di setiap waktu dan tempat.
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, menegaskan bahwa konsistensi AAJI dalam menyelenggarakan TAA selama hampir empat dekade merupakan wujud nyata komitmen terhadap pengembangan tenaga pemasar.
“Agen asuransi jiwa telah berevolusi menjadi konsultan keuangan yang kredibel, berperan penting dalam memperluas proteksi dan meningkatkan literasi keuangan. Profesionalisme bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” jelas Budi.
“Melalui pelatihan berkelanjutan, platform digital seperti Microsite Asuransi Jiwa, dan rencana pembangunan Center of Excellence, kami ingin memastikan lahirnya agen-agen baru yang berprestasi dan berintegritas,” tambahnya.

Inspirasi dari Didiet Maulana dan Raditya Dika

Tahun ini, Convention menghadirkan dua pembicara utama dengan tema relevan di era digital.
Didiet Maulana, desainer terkemuka, membawakan topik “Shifting from Product Selling to Customer-Centric Solutions”. Didiet menekankan pentingnya koneksi emosional dalam interaksi bisnis. Agen perlu memandang klien bukan sekadar target penjualan, melainkan individu yang membutuhkan solusi.
Didiet Maulana membawakan topik khsusus di TAA AAJI. Foto: dok. AAJI
“Kalau kita tidak mau ikut arus, kita akan tergerus. Tapi kalau ikut arus tanpa mengenali jati diri, kita akan kehilangan arah,” tegas Didiet.
Sementara itu, Raditya Dika mengangkat tema “Building & Communicating a Strong Personal Branding”. Ia menekankan bahwa personal branding bukanlah klaim diri, melainkan hal yang dibicarakan orang lain tentang kita.
Raditya mengingatkan pentingnya storytelling yang kuat, konten yang menjawab kebutuhan audiens, serta call to action yang jelas untuk membangun kepercayaan dan mendorong keputusan pembelian.
Raditya Duja mengisi diskusi d TAA AAJI. Foto: dok. AAJI
Ketua Panitia TAA 2025, Karin Zulkarnaen, menjelaskan alasan pemilihan kedua tema tersebut. Reputasi tenaga pemasar merepresentasikan reputasi industri. Topik personal branding diangkat agar agen mampu membangun citra diri yang positif, autentik, dan konsisten.
“Sementara pendekatan customer-centric penting untuk menjawab persepsi bahwa agen hanya fokus menjual, padahal kunci keberhasilan jangka panjang ada pada rekomendasi tepat dan layanan purna jual yang membangun kepercayaan,” tutur Karin.

Libatkan UMKM Lokal dan Donasi Sosial

Deretan sponsor yang mendukung TAA AAJI 2025. Foto: dok. AAJI
Convention TAA AAJI ke-38 juga menghadirkan UMKM lokal Yogyakarta dengan produk unggulan seperti fashion, kuliner khas, kerajinan tangan, dan produk ritel.
Kehadiran UMKM tidak hanya memperkenalkan potensi lokal kepada peserta, tetapi juga menjadi bentuk nyata dukungan AAJI terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebagian hasil penjualan UMKM dialokasikan untuk mendukung Yayasan Ronald McDonald House Charities (RMHC) yang menyediakan rumah singgah bagi anak-anak dari berbagai daerah yang tengah menjalani pengobatan di Jakarta.
Total donasi yang berhasil dihimpun, baik melalui kontribusi langsung maupun dari hasil penjualan produk UMKM, mencapai Rp 15.175.000.

Penghargaan bagi Agen Terbaik

Para pemasar asuransi jiwa yang mendapatkan penghargaan TAA AAJI ke-38. Foto: dok. AAJI
Sebagai puncak acara, Convention TAA AAJI ke-38 menganugerahkan penghargaan bergengsi kepada para tenaga pemasar asuransi jiwa terbaik di Indonesia. Enam kategori dengan pemenang peringkat pertama di antaranya:
Trending Now