Danantara Bakal Kirim Tim ke China untuk Negosiasi Utang Whoosh

23 Oktober 2025 14:38 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Danantara Bakal Kirim Tim ke China untuk Negosiasi Utang Whoosh
Danantara akan kirim tim ke China untuk negosiasi utang proyek kereta cepat Whoosh. Pembahasan mencakup tenor pinjaman, bunga, dan opsi restrukturisasi.
kumparanBISNIS
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria berjalan untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria berjalan untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Chief Operation Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan akan ada tim yang terbang ke China untuk membahas utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh.
"Kan berkaitan sama jangka waktu pinjaman, suku bunga, kemudian juga ada beberapa mata uang yang juga akan kita diskusikan," ujar Dony kepada wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis (23/10).
Dony menyebut waktu keberangkatan tim sudah dijadwalkan. Pembahasan soal utang Whoosh juga akan melibatkan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.
"Kita sudah mengatur waktu. Kita sudah diskusikan juga dengan Menko Infrastruktur (AHY) untuk segera kita negosiasikan. Hubungan kita (dengan China) juga bagus, komunikasi bagus," tegasnya.
Tim negosiasi ini terdiri dari perwakilan pemerintah dan Danantara. Dony optimistis pembahasan tersebut akan menghasilkan kesepakatan terbaik bagi Indonesia.
Soal kemungkinan penyelesaian utang memakai dana APBN, Dony tak menjawab secara pasti. Ia menegaskan pihaknya masih mencari opsi terbaik dan akan mengikuti arahan pemerintah.
"Kami mengikuti saja arahan pemerintah. Toh Danantara sebetulnya yang paling penting bagaimana beroperasi dengan baik," ungkap dia.
Kereta cepat Whoosh melintas di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (31/7/2025). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO
Terkait kabar bahwa Indonesia dan China sudah sepakat restrukturisasi utang selama 60 tahun, Dony meminta agar hal itu dikonfirmasi langsung kepada Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Ia memastikan negosiasi masih terus berjalan.
Dony juga menegaskan masyarakat tak perlu khawatir terhadap proyek Whoosh. Menurutnya, kereta cepat pertama di Asia Tenggara itu sudah memberikan banyak manfaat.
"Tetapi yang perlu dikomunikasikan kepada masyarakat nggak usah khawatir bahwa Whoosh ini kan memberikan manfaat banyak ya. Memberikan manfaat transportasi. Sehari itu sekarang kurang lebih 20-30 ribu penumpang yang kita layani dan itu akan terus kita tingkatkan kualitas pelayanannya," tegasnya.
Ia juga menyebut kinerja keuangan PT KCIC sudah positif dari sisi Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization (EBITDA). Hal ini menjadi modal penting dalam negosiasi utang yang ditargetkan rampung tahun ini.
"Harusnya selesai (opsi pelunasan utang) dan kami pastikan selesai. Itu kan masalah yang menurut saya nggak terlalu sulit sebetulnya secara korporasi. Karena secara korporasi kan perusahaannya EBITDA positif, tinggal masalah cicilannya mau di mana, kan itu saja. Jadi nggak rumit dan pasti akan kita selesaikan," kata dia.
Trending Now