Danantara Mau Rampingkan BUMN Asuransi, IFG Life Tunggu Arahan

13 November 2025 14:08 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Danantara Mau Rampingkan BUMN Asuransi, IFG Life Tunggu Arahan
Danantara berencana merampingkan BUMN asuransi dari 15 menjadi hanya tiga, IFG Life tunggu arahan pemegang saham.
kumparanBISNIS
Ilustrasi IFG Life. Foto: Melly Meiliani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi IFG Life. Foto: Melly Meiliani/kumparan
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), holding BUMN asuransi, penjaminan, dan investasi, menyatakan hingga kini masih menunggu arahan resmi dari pemegang saham terkait rencana konsolidasi atau merger sejumlah BUMN asuransi. Sebelumya, Danantara berencana merampingkan BUMN asuransi dan reasuransi yang saat ini berjumlah 15, menjadi hanya tiga perusahaan.
Corporate Secretary IFG Life, Gatot Haryadi, mengatakan sejauh ini IFG Life belum mengetahui bentuk dan skema konsolidasi yang akan dilakukan.
“Memang akan ada konsolidasi perusahaan asuransi, baik itu asuransi jiwa, asuransi umum, kemudian reasuransi, itu akan dilakukan konsolidasi. Namun memang seperti apa, bentuk, siapa yang akan dikonsolidasikan, sampai sekarang kita masih belum tahu,” ujarnya dalam Media Gathering Editorial Luncheon di Kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Kamis (13/11).
Dia menegaskan, IFG Life akan mengikuti sepenuhnya arahan dari pemegang saham, dalam hal ini Indonesia Financial Group (IFG) sebagai induk perusahaan.
“Pada intinya, kita ngikutin arahan dari pemegang saham. Dalam hal ini, IFG tentu sebagai pemegang saham IFG Life, yang akan mengarahkan konsolidasinya akan seperti apa,” katanya.
Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi menghadiri Media Gathering Editorial Luncheon di Kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Kamis (13/11/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Dalam rencana konsolidasi BUMN Asuransi, Danantara akan melakukan klasterisasi perusahaan asuransi dan reasuransi tersebut ke dalam satu holding. IFG akan menjadi induk dari perusahaan-perusahaan itu, meski tidak semua asuransi akan ditempatkan di bawah IFG.
Gatot menyebut keputusan itu sepenuhnya ada di tangan pemegang saham. “Kita tunggu saja pemegang saham. Sampai saat ini belum ada arahan,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan tantangan konsolidasi. Menurut dia tantangan dalam menyatukan BUMN-BUMN asuransi ini adalah waktu dan proses penyetujuan dari pemegang saham.
“Konsolidasi pasti akan butuh waktu, kemudian antara pemegang saham dan yang lain-lain. Itu kan pasti harus semua kan harus setuju (pemegang saham). Nah ini saya kira tantangan yang paling kelihatan itu,” jelasnya.
Meski demikian, IFG Life memastikan siap menjalankan keputusan apa pun yang ditetapkan oleh pemegang saham, baik IFG maupun Danantara.
“Kalau disuruh pemegang saham untuk konsol kan masa menolak kan, kita ikutin aja. Ya intinya kita mengikuti atas arahan pemegang saham. Apa yang disampaikan oleh pemegang saham, baik itu IFG ataupun Danantara.” tutupnya.
Petugas membersihkan ruangan di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin (8/9/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
Sebelumnya, Managing Director/Chief Economist Danantara, Reza Y Siregar, menilai langkah merger BUMN asuransi tepat karena mayoritas dari 15 perusahaan tersebut memiliki kinerja yang kurang baik.
“Saya harus akui, mayoritas kinerjanya tidak berjalan baik. Karena itu, dari 15 perusahaan kemungkinan hanya akan dipertahankan 3,” kata Reza dalam acara Insurance Industry Dialogue di St. Regis, Jakarta Selatan, Selasa (30/9).
Reza menambahkan, nantinya Danantara akan melakukan klasterisasi perusahaan asuransi dan reasuransi tersebut ke dalam satu holding. IFG akan menjadi induk dari perusahaan-perusahaan itu, meski tidak semua asuransi akan ditempatkan di bawah IFG.
“Saat ini ada IFG, tetapi belum semua asuransi masuk ke bawah IFG. Jadi tahap awalnya, kami akan satukan dalam satu klaster,” ujarnya.
Walau begitu, Reza menegaskan proses pengkajian akan terus dilakukan. Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya restrukturisasi bila diperlukan.
Trending Now