Dari Laut ke Pariwisata: Konservasi Hiu Paus Buka Sumber Rezeki Baru di Maratua

28 November 2025 4:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dari Laut ke Pariwisata: Konservasi Hiu Paus Buka Sumber Rezeki Baru di Maratua
Konservasi hiu paus di Pulau Maratua dorong ekonomi lokal. Warga bisa dapat penghasilan lebih dari sektor ekowisata.
kumparanBISNIS
Nelayan di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Mengambil Hasil Ikan Tangkapan, Selasa (25/11). Dok: Abdul Latif/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Nelayan di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Mengambil Hasil Ikan Tangkapan, Selasa (25/11). Dok: Abdul Latif/kumparan
Setiap kali hiu paus menampakkan diri di sekitar Pulau Maratua, para nelayan tahu rezeki lain sedang menanti. Di tengah laut yang dijaga bersama, pariwisata tumbuh pelan namun pasti, membuka peluang baru bagi warga yang dulu hanya mengandalkan hasil tangkapan ikan.
Upaya menjaga kelestarian itu kini diperkuat lewat program tagging hiu paus yang dijalankan PT Pertamina International Shipping (PIS) bersama Konservasi Indonesia. Lewat pemantauan dan perlindungan yang lebih terarah, ekosistem laut tetap sehat dan menjadi alasan wisatawan terus datang ke Pulau Maratua, membawa dampak ekonomi yang kian dirasakan masyarakat.
Menurut Konservasi Indonesia, nilai ekonomi pariwisata hiu paus lebih dari USD 42 juta per tahun atau sekitar Rp 700 miliar (kurs Rp 16.669 per dolar AS).
Ilustrasi hiu paus. Foto: Lindsey Lu/Shutterstock
Salah satu Nelayan, Aru (18), mengakui kelestarian ekosistem laut menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara. โ€œOrang-orang sini selalu menjaga dari sampah-sampah plastik supaya wisatawan terus berkunjung,โ€ kata dia di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Selasa (25/11).
Aru mengaku, sebagai nelayan ia tak selalu mendapat penghasilan tetap. Untuk itu, industri pariwisata yang kian berkembang di Pulau Maratua ikut menambah pundi-pundi rupiah.
"Kadang-kadang saya jadi pendamping (guide) wisatawan," kata dia.
Aru (18) saat Melintasi Sekitar Dermaga Pulau Maratua, Kabupaten Brau, Kalimantan Timur Rabu (26/11). Dok: Abdul Latif/kumparan
Sementara itu, Suparman (51), seorang nelayan, mengatakan bahwa perkembangan pariwisata di Pulau Maratua membuat pendapatannya lebih baik. Saat tangkapan ikan sedikit atau ada gangguan cuaca, pria keturunan Suku Bajau ini menjadi pemandu diving untuk resort sekitar.
โ€œBanyak wisatawan asing ke sini waktu akhir tahun atau bulan Juniโ€“Agustus,โ€ jelas dia.
โ€œKalau angin besar atau hasil tangkapan ikan kurang, saya membantu wisatawan untuk menyelam untuk menambah penghasilan,โ€ lanjutnya.
Pjs. Corporate Secretary PIS, Alih Istik Wahyuni, menegaskan perusahaan terus berupaya untuk menjaga ekosistem laut salah satunya melalui program pemasangan tag pada Hiu Paus di Pulau Maratua.
"Tagging hiu paus adalah bagaimana kami, Pertamina Internasional Shipping, bisa berperan aktif dalam menjaga kelestarian Indonesia, termasuk hewan-hewan di dalamnya," ucap Alih.
Foto udara hamparan Pulau Maratua. Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Trending Now