Daycare Lansia: Pasarnya Besar, Pemainnya Masih Sedikit
19 Oktober 2025 9:30 WIB
Β·
waktu baca 6 menit
Daycare Lansia: Pasarnya Besar, Pemainnya Masih Sedikit
Seperti daycare pada umumnya, di sini lansia akan diajak untuk beraktivitas mulai dari pagi hingga sore hari, berkumpul dengan teman-teman sebayanya. kumparanBISNIS

Oma Liana tiap hari dititipkan anaknya ke daycare Lansia. Lansia berusia 82 tahun itu menghabiskan waktu kurang lebih delapan jam di Senior Club Indonesia (SCI) PIK, dari jam 08.00 sampai 16.00.
Liana setiap hari datang diantar oleh keluarga atau driver pribadinya. Ia sudah dua tahun tujuh bulan bergabung ke SCI. Ia datang dari Sunter, Jakarta Utara.
Alasan Liana bergabung ke SCI karena dirinya ingin ingin tetap aktif dan bersosialisasi dengan teman sebaya. Meski harus dibantu pendamping pribadi atau bergabung sebagai member khusus, hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk beraktivitas.
Ia mengaku lebih senang bersama para lansia di sana alih-alih hanya berdiam di rumah.
βIya, banyak teman-teman. Kenal di sini banyak teman, di rumah kan sepi,β kata Liana saat ditemui kumparan di Senior Club Indonesia (SCI) PIK, Jumat (26/9).
Saat kami bertemu Liana, ia sedang bersiap-siap ikut kegiatan art and craft bersama dengan para member yang lain. Kegiatan ini jadi salah satu yang paling disenanginya.
Selain kegiatan yang ia lakukan hari itu, ia juga kerap mengikuti aktivitas lain mulai dari senam, latihan bermain musik, menyanyi, menari, melukis, dan hampir semua kegiatan di SCI ia ikuti.
βKerjaan tangan paling suka. Biasa suka nyanyi-nyanyi macam-macam. Diajarin nyanyi, diajarin itu nari segala macam, paling suka saya,β katanya.
Seperti daycare anak-anak, di sini lansia akan diajak untuk beraktivitas mulai dari pagi hingga sore hari, berkumpul dengan teman-teman sebayanya. Biasanya lansia akan diantar jemput ke tempat daycare, ada juga yang menyediakan fasilitas antar-jemput.
Lenny Widjaja, Pembina SCI PIK bilang, alasan lansia memilih bergabung ke senior club bermacam-macam. Ada yang datang sendiri, ada yang didaftarkan sang anak.
βJadi dulu lucu juga, ada yang member ini masih oke ya, dia datang ke sini, dia senang lihat mau kumpul-kumpul begitu, dia daftar sendiri, masih bisa mampu bayar sendiri juga gitu loh,β ujar Lenny saat ditemui kumparan, Jumat (26/9).
βNah, ada juga yang anaknya bawa. Ya, ada juga yang ya dikenalin dari orang-orang begitu,β tambahnya.
Daycare Lansia Pakai 'Membership'
Di SCI PIK, daycare kegiatan dimulai dari jam 08.00 sampai 16.00 di hari senin sampai jumat untuk para member. SCI juga menyediakan fasilitas antar-jemput untuk member di kawasan sekitar.
Para lansia melakukan berbagai kegiatan mulai dari aktivitas fisik, melakukan kegiatan hobi, hingga menikmati layanan salon. Ada waktu untuk stretching, snack, dan lunch time.
Saat kami datang, para lansia sedang menonton TV bersama. Setelah itu, lansia melakukan senam otak dan kegiatan art and craft.
Lenny menyebutkan, pihaknya menyediakan 24 kamar tidur di sini. Namun tidak semua menggunakan layanan ini, banyak yang lebih memilih menghabiskan siang hari untuk berkegiatan.
βJadi mereka lebih senang biarpun ngantuk-ngantuk ini apa namanya, ya mereka sambil duduk, sambil ngobrol. Pokoknya ada kegiatan lah di sini, enggak, enggak mau tidur,β terangnya.
Sekarang, ada sekitar 50 member yang terdaftar, yang rutin datang sekitar 30-40 member. Member terbagi menjadi lansia mandiri dan yang membutuhkan pendamping dari perawat pribadi.
Harga yang dipatok juga beda, untuk lansia mandiri Rp 4.850.000 per bulan, sedangkan lansia dengan pendampingan khusus Rp 6.300.000 per bulan. Biaya pendaftaran Rp 5.000.000 per member.
Kata Lenny, member di sini datang dari berbagai daerah sekitar, paling banyak dari Jakarta Utara lalu disusul Jakarta barat.
Ada juga yang datang dari Tangerang, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, hingga Jakarta Selatan. Usianya juga beragam, paling muda 60 tahun dan paling tua hingga 99 tahun.
Upaya Memaksimalkan Pendapatan
Lenny mengaku, keuntungan dari bisnis layanan lansia semacam daycare ini tidak sebesar bisnis-bisnis sektor lain, sebab biaya operasional besar dan baginya, harga yang ditawarkan masih terjangkau.
Untuk memaksimalkan pendapatan, kamar-kamar di Senior Club Indonesia juga disewakan baik di hari biasa maupun sabtu minggu. Tidak hanya untuk menginap, bisa juga untuk acara atau banquet service.
βTapi kalau memang mau dapat lebih supaya bisa lebih untuk maintenance lah palingan, Nah, bisa jualan, macam-macam, jualan catering, jualan fasilitas misalkan,β terang Lenny.
Lenny menyebut, bisnis layanan lansia bukan bisnis yang mudah, perlu perlakuan khusus untuk lansia dan perlu untuk kreatif. Dia bilang, harus bekerja dengan hati.
βBanyak yang, ada lah yang saya kenal gitu, yang saya ngelihat mereka mau buka, tetapi banyak penundaan. Oh, karena mungkin enggak gampang buka seperti ini, kamu punya, melayani orang tua seperti ini tuh harus banyak kesabaran, harus banyak ya, bekerja dengan hatilah iniannya,β ungkapnya.
Bisnis Layanan Lansia Ibarat 'Blue Ocean'
Selain berkunjung dan melihat aktivitas senior di SIC PIK, tim kumparan juga menyambangi 247 Wulan Health & Care yang berlokasi di bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur. Letaknya tidak jauh dari Stasiun Klender Baru.
Berbeda dengan SCI PIK, 247 Wulan Health & Care tak hanya menyediakan daycare, namun terdapat pula layanan tinggal lansia untuk lansia sakit maupun yang merupakan salah satu layanan utama.
Saat ini, 247 Wulan Health & Care tengah merawat 6 lansia, adapun kapasitas maksimalnya 10 orang.
Untuk daycare lansia sendiri dibuka setiap hari selasa dan jumat, ini juga yang membedakan dengan SCI yang layanannya dari senin sampai jumat.
Evi Christine Tambunan, Founder 247 Wulan Health & Care sekaligus pengurus pusat IPEGERI (Ikatan Perawat Gerontik Indonesia) menyebutkan bahwa daycare menjadi wadah kegiatan bagi para lansia.
βKita ada daycare buat elderly ya, di mana kita memberikan kegiatan-kegiatan yang bermakna buat lansia ya, kita kumpulkan dari beberapa komunitas dan juga yang ada di sini,β kata Evi saat ditemui kumparan, Kamis (25/9).
Menurut Evi, bisnis layanan lansia ibarat βBlue Oceanβ, laut yang banyak ikan-ikan besar di dalamnya, namun nelayannya masih sedikit.
Bisnis layanan lansia sebenarnya punya banyak peminat, tapi pemain yang melirik bisnis ini masih sedikit.
Namun, ia mengingatkan bahwa berbisnis di sektor pelayanan lansia harus memperhatikan aspek sosial, memaksimalkan pelayanan kepada lansia. Ia menyebutnya βsocial entrepreneurβ.
Ia juga yakin kalau bisnis layanan lansia akan berkembang di kemudian hari.
"Kondisi sekarang belum bisa gong gitu ya. Tapi sabar aja ada waktunya ini akan menjadi kebutuhan dan kita sudah menjadi number one, kita sudah menjadi terpercaya, ini mungkin generasinya yang akan datang yang akan menikmati, gitu," tambahnya.
Untuk saat ini kesadaran untuk memberikan layanan yang all-out kepada lansia masih harus ditingkatkan.
"Daycare itu lansianya senang sekali, happy sekali. Tapi kan mereka terbatas, mereka harus ada yang antar, entar anaknya kerja ya dan harus berbayar. Jadi kesadaran anak-anaknya sendiri merasa ya sudahlah enggak apa-apa, kan emang lansia di rumah, ya itu udah ini," kata Evi.
Biaya daycare di 247 Wulan Health & Care sebesar Rp 700.000 per bulan atau Rp 100.000 per kedatangan.
Adapun fasilitas yang didapatkan para member antara lain layanan kesehatan dasar, senam lansia, snack atau tea time, dan kegiatan seperti rangkaian games atau aktivitas yang berfungsi untuk menstimulus kognitif member.
Selain itu, ada talk interaktif, 'senandung wulan' (karaoke tembang nostagia), dan kegiatan bervariasi lainnya di setiap pertemuan.
