Diajak Rosan ke China Buat Negosiasi Whoosh, Ini Respons Purbaya

27 November 2025 7:36 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Diajak Rosan ke China Buat Negosiasi Whoosh, Ini Respons Purbaya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mendapat kepastian soal diminta ikut berangkat ke China.
kumparanBISNIS
Kereta cepat Whoosh melintas di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kereta cepat Whoosh melintas di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Foto: Dok. Istimewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mendapat kepastian soal diminta ikut berangkat ke China. Keberangkatan tersebut adalah untuk menegosiasikan utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.
Sebelumnya, Danantara berencana mengajak Purbaya ikut dalam pembahasan tersebut. CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan proposal negosiasi saat ini tengah dimatangkan, sekaligus membahas rencana perjalanan dengan Purbaya.
"Kita komunikasi terus dengan beliau, dengan Pak Purbaya. Kita duduk dan kita sedang ini juga, untuk memastikan bahwa nanti kita ke Chinanya, kita sudah matang proposal ke China," ujar Rosan di ICE BSD, Rabu (26/11).
Rosan menambahkan tim pendahulu sudah dikirim untuk menyiapkan agenda dan membuka komunikasi awal dengan pihak China. Pertemuan inti nantinya akan dihadiri dirinya bersama Purbaya.
"Kita tentunya akan kirim tim advance dulu untuk bicara dengan tim dari China, itu sudah berjalan, tapi nanti gongnya mungkin saya dengan Pak Purbaya," jelas Rosan.
Saat ditanya soal kemungkinan berangkat akhir tahun, ia memberi sinyal positif. "Insyaallah (Desember 2025)," tambahnya.
Merespons hal itu, Purbaya mengatakan belum mengetahui apakah dirinya akan dibawa serta dalam rombongan ke China. Ia ingin terlebih dahulu melihat ketentuan negosiasi yang disiapkan Danantara.
β€œSaya belum tahu dibawa apa nggak. Tapi kelihatannya, kalau memang kita harus terlibat, saya mau lihat term-nya seperti apa. Jadi mengamankan term buat kita juga, buat pemerintah Indonesia juga,” kata Purbaya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (26/11).
Purbaya pun mengatakan pelunasan utang belum dapat dipastikan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena semuanya masih bergantung pada hasil negosiasi. "Saya enggak tahu (pakai APBN atau tidak). Nanti kita lihat negosiasi nya seperti apa,” lanjutnya.
Terkait skema PSO, Purbaya menjelaskan terdapat mekanisme melalui Danantara dan sejauh yang ia ketahui, porsi infrastruktur berada di bawah tanggung jawab pemerintah. Namun demikian, ia menekankan kepastian skema tersebut juga masih akan bergantung pada hasil pembahasan dengan China.
β€œTapi kita masih lihat juga dengan China seperti apa hasil negosiasinya nanti. Jadi belum putus, makanya mau ke sana ke China. Katanya Rosan (CEO Danantara) mau bawa saya, katanya,” tutur Purbaya.
Trending Now