Dirut PLN Yakin Harga Listrik Murah Mampu Dorong Investasi-Buka Lapangan Kerja

26 November 2025 11:07 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dirut PLN Yakin Harga Listrik Murah Mampu Dorong Investasi-Buka Lapangan Kerja
Keterjangkauan energi akan menentukan kemampuan Indonesia dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi nasional di tengah tekanan global.
kumparanBISNIS
Petugas PLN berada di dekat area Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Tambaklorok, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/6/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas PLN berada di dekat area Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Tambaklorok, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/6/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyebut strategi menjaga harga listrik tetap terjangkau bukan sekadar isu tarif, tetapi merupakan alat ekonomi untuk menarik investasi baru ke Indonesia.
Menurut Darmawan, keterjangkauan energi akan menentukan kemampuan Indonesia dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi nasional di tengah tekanan global.
β€œHow are we going to be able to provide affordable energy? Kenapa? Karena dengan adanya affordable energy ini akan ada investasi baru. Dan dari investasi baru ini akan menciptakan lapangan kerja. Memerangi kemiskinan, memerangi kelaparan, menciptakan kemakmuran dan juga mengakselerasi pertumbuhan ekonomi,” kata Darmawan dalam 100 CEO Forum di ICE BSD, Rabu (26/11).
Ia menegaskan, seluruh strategi energi PLN harus mampu menjawab dua tuntutan sekaligus. Antara lain, menjaga harga listrik tetap ramah industri dan masyarakat, serta menurunkan emisi gas rumah kaca sesuai target nasional.
PLTS IKN yang dibangun PT PLN (Persero) 50 MW mulai beroperasi bertahap. Foto: PLN

76 Persen Penambahan Pembangkit Berbasis EBT dan Nuklir

Darmawan mengatakan, saat ini PLN mengarahkan transformasi energinya ke pembangkit rendah karbon. β€œPenambahan pembangkit selama 10 tahun 76 persennya adalah berbasis pada energi baru terbarukan dan juga nuklir,” imbuhnya.
Arah baru dalam RUPTL tersebut, kata dia, merupakan mandat langsung Presiden Prabowo Subianto yang meminta adanya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, penciptaan kerja, dan keberlanjutan lingkungan.
Darmawan memaparkan bahwa agenda besar ini tidak bisa berjalan tanpa dukungan pendanaan yang kuat. Dia memproyeksi, PLN membutuhkan investasi sekitar Rp 3.000 triliun selama 10 tahun.
β€œKami membutuhkan investasi sekitar Rp 3.000 triliun selama 10 tahun,” katanya.
PLN menilai perlu adanya ekosistem investasi yang lebih kondusif. Mulai dari kepastian regulasi, kolaborasi lintas sektor, hingga dukungan pemerintah dan pelaku industri.
Menurut Darmawan, kerja sama yang melibatkan pelaku usaha, pemerintah, hingga mitra internasional akan menjadi fondasi percepatan transisi energi nasional. β€œKita tidak akan bekerja sendirian, tetapi kita bekerja bersama-sama penuh dengan kekompakan,” tegasnya.
Trending Now