Emiten Farmasi (MDLA) Kerja Sama dengan Merck, Perluas Distribusi-Rantai Pasok
9 Desember 2025 15:07 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Emiten Farmasi (MDLA) Kerja Sama dengan Merck, Perluas Distribusi-Rantai Pasok
Emiten farmasi (MDLA) menjadi distributor produk obat Merck di Indonesia, memperluas jaringan hingga rantai pasok.kumparanBISNIS

Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk, Krestijanto Pandji, menyampaikan bahwa kerja sama ini membuka peluang pertumbuhan pendapatan MDLA di segmen distribusi, khususnya melalui optimalisasi jaringan AAM dan penetrasi produk-produk Merck di Indonesia.
โKemitraan antara AAM dan Merck bukan hanya menambah kedalaman portofolio distribusi kami, tetapi juga mencerminkan kepercayaan mitra global terhadap kompetensi dan standar operasional yang kami bangun," ujar Krestijanto dalam keterangan tertulis, Selasa (9/12).
Direktur Utama PT AAM, Juliwaty, mengatakan pihaknya mulai mendistribusikan produk Merck per 1 Desember 2025. โPerjalanan ini tidak mudah, kami melalui proses seleksi mitra distribusi yang sangat ketat dan kompetitif dari Merck," ujar Juliwaty.
Dia melanjutkan, AAM dan Merck juga menjalin kolaborasi dalam memperkuat rantai pasok, meningkatkan integritas data distribusi, serta memperluas jangkauan produk kesehatan Merck di pasar domestik.
President Director PT Merck Tbk, Evie Yulin, menyampaikan optimisme terhadap kolaborasi yang terjalin dengan AAM. โKami menantikan kolaborasi dan dukungan penuh dari AAM di lapangan dengan semangat As One for Patients, untuk memastikan ketersediaan produk kesehatan bagi pelanggan, terutama para pasien,โ tambahnya.
MDLA mencatatkan peningkatan laba periode berjalan sebesar 16,3 persen (yoy) per kuartal III 2025. Melalui laporan keuangan terbaru, laba periode berjalan emiten distributor obat-obatan ini tercatat sebesar Rp 293,9 miliar per September 2025, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 252,7 miliar.
Kenaikan laba ini ditunjang oleh peningkatan pendapatan sebesar 2,8 persen menjadi Rp 11,1 triliun. Sementara pada periode sama tahun lalu, pendapatannya tercatat sebesar Rp 10,79 triliun.
