Emiten Komponen Otomotif (DRMA) Bidik Penjualan Rp 6 T hingga Akhir 2025

20 November 2025 15:52 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Emiten Komponen Otomotif (DRMA) Bidik Penjualan Rp 6 T hingga Akhir 2025
Laba berih emiten Dharma Polimeral (DRMA) mencapai Rp 428,11 miliar di kuartal III 2025, naik 1,69 persen (yoy).
kumparanBISNIS
Presiden Direktur DRMA, Irianto Santoso dalam Virtual Press Conference RUPST Dharma Polimetal Tbk Tahun 2021, Kamis (21/4). Foto: Narda Margaretha Sinambela/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Direktur DRMA, Irianto Santoso dalam Virtual Press Conference RUPST Dharma Polimetal Tbk Tahun 2021, Kamis (21/4). Foto: Narda Margaretha Sinambela/kumparan
Emiten manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), menargetkan akan dapat meraih penjualan sebesar Rp 6 triliun hingga akhir tahun 2025. Sepanjang Januari-September tahun ini, penjualan DRMA tercatat tumbuh 9,20 persen (year on year/yoy) menjadi Rp 4,39 triliun.
Dalam keterbukaan informasi di BEI, Kamis (20/11), laba bersih perseroan meningkat 1,69 persen yoy menjadi Rp 428,11 miliar hingga kuartal III 2025.
Untuk segmen roda dua, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp 2,72 triliun, merupakan kontributor utama pendapatan perseroan. Segmen roda dua ini menyumbang 62 persen dari total penjualan konsolidasi DRMA, didukung oleh inovasi-inovasi yang dilakukan perseroan untuk meningkatkan pangsa pasar yang turut mendorong pertumbuhan kinerja secara keseluruhan.
"Keberhasilan meraih pertumbuhan penjualan dalam situasi industri yang sedang penuh tantangan ini merupakan buah dari strategi pertumbuhan bisnis berkelanjutan yang dipilih perseroan yang terus mengedepankan inovasi sebagai salah satu nilai utama DRMA," ujar Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso.
Proses perakitan mobil Great Wall Motor Haval Jolion di pabrik Inchcape, Wanaherang, Bogor, Rabu (9/10). Foto: dok. Inchcape Indonesia
Dalam hal strategi inovasi, sepanjang 2025 Perseroan terus menjalankan pertumbuhan organik secara konsisten dengan melakukan diversifikasi bisnis usaha dan produk serta efisiensi proses produksi. Dalam rangka diversifikasi tersebut, DRMA terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui unit Dharma Connect (DC) dan meluncurkan produk baru seperti Aki Lithium 12V 6Ah, 12V 3,5Ah, serta Battery Energy Storage System (BESS).
Sementara untuk efisiensi manufaktur, DRMA telah menerapkan otomatisasi pada fasilitas produksi. Selain meningkatkan efisiensi, otomatisasi ini juga meningkatkan produktivitas dan kualitas produk yang sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan rantai pasok sehingga stabilitas usaha bisa terjaga.
Implementasi dari strategi tersebut menjadikan kinerja DRMA tumbuh positif tahun ini. Ke depan, Perseroan berencana mengombinasikan strategi pertumbuhan organik dan anorganik untuk memperkuat kinerja jangka panjang. Salah satu inisiatif anorganik yang tengah disiapkan adalah rencana akuisisi PT Mah Sing Indonesia (MSI), perusahaan manufaktur plastik.
β€œSaat ini kami berada pada tahap awal penyelesaian dokumen dan proses hukum terkait akuisisi PT MSI,” jelasnya.
PT MSI merupakan anak perusahaan dari Mah Sing Group Berhad, sebuah kelompok usaha konglomerasi asal Malaysia yang memiliki portofolio bisnis luas meliputi sektor properti, industri plastik, dan manufaktur. Jika terlaksana, langkah strategis berbentuk akuisisi ini tentunya akan memperkuat posisi DRMA di industri manufaktur komponen plastik untuk kendaraan roda empat (4W).
β€œAkuisisi ini juga sejalan dengan strategi inovasi perusahaan dalam meningkatkan diversifikasi dan ekspansi bisnis,” tutup Irianto.
Trending Now