Emiten Migas (RAJA) dan Happy Hapsoro Tegaskan Tak Terafiliasi dengan CBRE
13 Oktober 2025 10:49 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Emiten Migas (RAJA) dan Happy Hapsoro Tegaskan Tak Terafiliasi dengan CBRE
Emiten migas (RAJA) dan Happy Hapsoro tegaskan tak memiliki hubungan kepemilikan, afiliasi, maupun kerja sama dengan CBRE. kumparanBISNIS

Emiten migas, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), menegaskan bahwa perseroan maupun pemegang saham pengendali, Happy Hapsoro, tidak memiliki hubungan kepemilikan, afiliasi, maupun kerja sama bisnis, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE).
"Terkait pemegang saham pengendali perseroan, Happy Hapsoro, dengan PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE), manajemen RAJA menegaskan bahwa tidak terdapat hubungan kepemilikan, afiliasi, maupun kerja sama bisnis, baik secara langsung maupun tidak langsung, antara RAJA Group dan/atau Happy Hapsoro dengan CBRE," ujar Sekretaris Perusahaan Rukun Raharja, Yuni Patinasarani, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/10).
Menurut Yuni, perseroan perlu memberikan klarifikasi atas sejumlah pemberitaan yang beredar di media massa, media sosial, dan forum investasi yang dinilai tidak merujuk pada data resmi. โSebagai perusahaan publik, RAJA berkewajiban memastikan setiap informasi yang menyangkut pemegang saham pengendali disampaikan secara faktual dan proporsional," katanya.
Berdasarkan data resmi BEI serta laporan kepemilikan saham publik di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tidak ditemukan satu pun dokumen yang menunjukkan adanya hubungan atau keterlibatan perseroan dengan CBRE.
Lebih lanjut, Yuni mengimbau agar publik, analis, dan pelaku pasar berhati-hati terhadap informasi spekulatif yang belum terverifikasi, terutama yang bersumber dari media sosial, forum investasi, atau publikasi tanpa acuan data resmi.
โKami memahami bahwa dinamika pasar seringkali diwarnai spekulasi, apalagi saat terjadi pergerakan harga saham yang ekstrem. Namun penyebutan nama individu tanpa dasar dokumen atau fakta hukum merupakan bentuk disinformasi yang dapat menyesatkan investor,โ jelas dia.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah saham di sektor energi dan jasa penunjangnya mengalami lonjakan harga signifikan di Bursa Efek Indonesia. Kondisi tersebut kemudian memicu spekulasi publik dan pemberitaan keliru yang mengaitkan fenomena tersebut dengan pihak-pihak tertentu.
Manajemen Rukun Raharja berharap masyarakat dan pelaku pasar menilai setiap dinamika korporasi berdasarkan data fundamental dan fakta resmi, guna menjaga integritas serta kredibilitas pasar modal di Indonesia.
