Esai Foto: Dari Prabumulih Sulap Serat Nanas Jadi Kapas Berkualitas

19 September 2025 20:10 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
clock
Diperbarui 28 September 2025 17:00 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Esai Foto: Dari Prabumulih Sulap Serat Nanas Jadi Kapas Berkualitas
Koperasi binaan PT Pertamina Gas (Pertagas) ini mampu mengolah hingga 500 kilogram limbah daun nanas per hari menjadi 12,5 kilogram kapas staple berkualitas tinggi.
kumparanBISNIS
Pekerja menunjukkan aju hasil produksi serat daun nanas di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja menunjukkan aju hasil produksi serat daun nanas di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
Di Prabumulih, Sumatera Selatan, limbah yang sering terabaikan kini disulap menjadi sesuatu yang bernilai tinggi.
Limbah daun nanas sebelum diolah di Rumah Produksi Koperasi Miwa di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Limbah daun nanas sebelum diolah di Rumah Produksi Koperasi Miwa di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
Koperasi Miwa Pineapple, binaan PT Pertamina Gas (Pertagas), telah menemukan cara kreatif memanfaatkan daun nanas yang selama ini hanya menjadi sisa perkebunan.
Pekerja melakukan ekstaksi daun nanas di Rumah Produksi Koperasi Miwa di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
Pekerja menghaslukan serat kasar hasil ekstaksi daun nanas di Rumah Produksi Koperasi Miwa di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
Setiap harinya, sekitar 500 kilogram daun nanas diolah menjadi 12,5 kilogram kapas staple berkualitas tinggi.
Distribusi serat daun nanas usai diekstaksi di Rumah Produksi Koperasi Miwa di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
Prosesnya cukup panjang namun menarik. Dimulai dari ekstraksi serat daun nanas, hasilnya berupa serat kasar yang kemudian dihaluskan, dicuci, dikeringkan, hingga akhirnya berubah menjadi kapas halus siap pakai.
Pekerja menjemur serat kasar hasil ekstaksi daun nanas di Rumah Produksi Koperasi Miwa di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
Tak hanya itu, sisa ekstraksi yang tidak terpakai pun tidak dibuang begitu saja, melainkan diolah kembali menjadi pakan ternak.
Pekerja menjemur serat kasar hasil ekstaksi daun nanas di Rumah Produksi Koperasi Miwa di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
Dengan prinsip zero waste, koperasi ini berhasil memanfaatkan setiap bagian dari daun nanas secara optimal.
Serat kasar dari daun nanas yang dijemur usai diekstaksi dan dibersihkan perkerja di Rumah Produksi Koperasi Miwa di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
Dari hulu hingga hilir, semua dimaksimalkan untuk menghasilkan produk yang bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga bernilai strategis bagi banyak sektor, mulai dari industri tekstil hingga pertahanan.
Pekerja megambil kapas dari mesin di Rumah Produksi Koperasi Miwa di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
Apa yang awalnya dianggap sampah, kini menjadi โ€œemas hijauโ€ yang menghidupi banyak orang sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Pekerja mengolah serat kasar daun nanas dengan mesin pembuat kapas di Rumah Produksi Koperasi Miwa di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
Trending Now