Esai Foto: Pesona dan Warisan Kampung Adat dari Papua Barat Daya
19 Oktober 2025 13:56 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Esai Foto: Pesona dan Warisan Kampung Adat dari Papua Barat Daya
Masyarakat Suku Moi di Kampung Malasigi menetapkan hutan Balempe sebagai sumber utama mata pencaharian mereka.kumparanBISNIS

βBok Feden Pau Kiwi Malasigiβ ucapan sederhana yang memiliki arti Selamat Datang di Malasigi dalam bahasa Moi Kelim, menyambut siapa pun yang menapakkan kakinya di tanah yang kaya akan keindahan di Papua Barat Daya ini.

Bagi masyarakat Moi, suku besar yang mendiami Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, ungkapan itu memiliki makna lebih dari sekadar ucapan selamat datang. Ini menjadi simbol kehangatan, penghormatan, dan kebanggaan terhadap tanah warisan leluhur yang senantiasa mereka jaga dengan penuh cinta dan tanggung jawab.
Pada tahun 2020, masyarakat Suku Moi di Kampung Malasigi menetapkan hutan Balempe sebagai sumber utama mata pencaharian mereka.
Sejak saat itu, mereka berupaya keras memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah agar dapat mengelola hutan tersebut secara mandiri dan berkelanjutan.
Di tahun 2023, usaha mereka berbuah hasil, pengakuan diterima dan itu menjadi kabar gembira bagi warga yang tinggal di kampung seluas 1.750 hektare tersebut, karena memberi mereka dorongan baru untuk menjaga kelestarian hutan. Kini, masyarakat memiliki kewenangan penuh dalam pengelolaan kawasan hutan kampung mereka.
Kampung Adat Malasigi yang berada di Distrik Klayili, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya ini merupakan wilayah binaan Pertamina EP Papua Field (PEP Papua), yang sebelumnya berhasil menyabet penghargaan sebagai salah satu dari 50 desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Kampung Malasigi menawarkan pesona alam dengan hamparan hutan alami yang rimbun, menjadi habitat berbagai jenis burung endemik Papua, termasuk Cendrawasih Kuning Kecil (Paradisea minor).
Tak hanya keindahan flora dan fauna, tradisi masyarakat yang selalu ramah dengan para pengunjung juga menambah daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke kampung itu.
Pengembangan Kampung Malasigi sebagai destinasi wisata terus digencarkan melalui berbagai upaya promosi dan penataan kawasan guna menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Inisiatif ini mendapat dukungan dari pemerintah, organisasi non-profit, serta perusahaan yang bersama-sama berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Di tengah gencarnya tekanan dari berbagai investasi yang memanfaatkan lahan, masyarakat adat Kampung Malasigi tetap teguh mempertahankan hutan mereka.
Bagi mereka, hutan bukan sekadar sumber penghidupan, tetapi juga warisan leluhur yang harus dijaga demi keseimbangan kehidupan.
