ESDM Persilakan Amman Mineral Jual Konsentrat Tembaga ke Smelter Freeport
19 November 2025 18:50 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ESDM Persilakan Amman Mineral Jual Konsentrat Tembaga ke Smelter Freeport
Kementerian ESDM menjelaskan kesepakatan penjualan konsentrat tembaga Amman Mineral ke Freeport itu bersifat B2B.kumparanBISNIS

Kebijakan itu menyusul insiden longsor material basah di Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC) yang terjadi pada 8 September lalu, menyebabkan penutupan sementara aktivitas pertambangan PTFI.
PTFI pada dasarnya sudah kembali mendapatkan izin operasional tambang Big Gossan dan Deep Mill Level Zone (DMLZ). Namun, produksinya sekitar 600 ribu ton bijih tembaga per tahun atau baru 30 persen dari total produksi bijih PTFI.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan kesepakatan tersebut bersifat business to business (B2B) atau tidak mengikat apabila perusahaan lebih memilih untuk mengekspor.
"Amman kalau bisa jual ke Freeport, supaya pabriknya kan sudah jalan. Tapi poinnya adalah itu kan B2B, nah kalau untungnya gede kalau ekspor, kan terserah mereka," ungkap Tri saat ditemui di kompleks parlemen, Rabu (19/11).
Amman memperoleh rekomendasi ekspor konsentrat tembaga sebesar 480.000 metrik ton kering (dmt) dari Kementerian ESDM selama 6 bulan mulai 31 Oktober 2025, imbas kondisi kahar yang dialami pada smelter perusahaan.
"Dari pemerintah enggak intervensi," tegas Tri.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan keadaan kahar (force majeur) smelter Amman terjadi sebelum insiden longsor tambang bawah tanah PTFI.
Berkaitan dengan kedua kondisi itu, dia kemudian meminta Amman Mineral bisa menjual konsentrat tembaga kepada PTFI agar smelternya tidak kekurangan pasokan.
"Saya kemarin minta Pak Tony (Presiden Direktur PTFI), kemarin kan ketemu sama saya, saya minta untuk Amman dan Freeport melakukan komunikasi B2B agar material mereka bisa dibeli oleh Freeport untuk diolah di smelter Freeport dengan harga keekonomian," ungkap Bahlil saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jumat (14/11).
