Foto: Pengrajin Besi di Kudus Sulap Drum Bekas Jadi Peralatan Dapur Industri

7 Agustus 2025 15:22 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto: Pengrajin Besi di Kudus Sulap Drum Bekas Jadi Peralatan Dapur Industri
memanfaatkan drum bekas sebagai bahan baku utama untuk membuat berbagai peralatan dapur yang dibutuhkan oleh industri dan rumah tangga, mulai dari penanak nasi, saringan tahu, hingga oven kue.
kumparanBISNIS
Di tengah geliat industri kecil dan menengah, sekelompok pengrajin besi di Jalan Tanjung, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (7/8), terus menunjukkan eksistensinya. Mereka memanfaatkan drum bekas sebagai bahan baku utama untuk membuat berbagai peralatan dapur yang dibutuhkan oleh industri dan rumah tangga, mulai dari penanak nasi, saringan tahu, hingga oven kue.
Aktivitas di bengkel-bengkel kecil di sepanjang jalan tersebut tampak sibuk. Suara ketukan palu dan percikan api dari las listrik menjadi irama keseharian yang akrab. Para pengrajin tampak cekatan mengolah potongan plat drum bekas menjadi peralatan yang fungsional dan bernilai jual.
Dani, salah satu pengrajin senior yang telah berkecimpung di bidang pandai besi selama lebih dari 20 tahun, mengungkapkan bahwa permintaan pembuatan dan perbaikan alat dapur di Kudus masih tergolong tinggi. โ€œSelama ini pesanan tetap ada. Banyak yang datang dari pelaku usaha makanan, pemilik pabrik tahu, sampai rumah tangga,โ€ ujar Dani.
Harga peralatan yang ditawarkan bervariasi, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan. โ€œKami menjual mulai dari Rp35 ribu untuk alat sederhana, sampai yang paling mahal bisa Rp2 juta,โ€ jelasnya.
Menariknya, usaha pengrajin besi di kawasan ini rata-rata merupakan warisan turun-temurun. Seperti Yanto, pengrajin muda yang kini melanjutkan usaha keluarga sebagai generasi ketiga. โ€œSaya meneruskan usaha kakek dan ayah saya. Ini bukan sekadar bisnis, tapi juga bagian dari warisan keluarga,โ€ tutur Yanto.
Pembuatan peralatan dapur di tempat ini mayoritas dilakukan berdasarkan pesanan. Para pengrajin menerima desain khusus sesuai permintaan konsumen, dan fleksibel dalam hal bahan. Tidak selalu menggunakan plat besi baru, mereka juga kerap mengolah bahan bekas seperti plat atau seng dari drum-drum bekas yang melimpah di sekitar Kudus.
โ€œDrum bekas dari industri sangat mudah didapat di sini. Kami bisa membelinya langsung dari pengepul dengan harga terjangkau. Selain untuk peralatan dapur, drum-drum itu juga sering kami ubah menjadi tong sampah, panggangan, bahkan alat pembakaran,โ€ jelas Yanto.
Penggunaan drum bekas juga menjadi salah satu bentuk kepedulian lingkungan. โ€œSetidaknya, dengan memanfaatkan drum yang tak terpakai, kami ikut membantu mengurangi tumpukan limbah industri,โ€ tambahnya.
Di tengah arus modernisasi dan produk pabrikan, keberadaan para pengrajin tradisional ini tetap bertahan dan bahkan berkembang. Keahlian, kreativitas, dan semangat mempertahankan warisan menjadikan usaha ini tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga memiliki nilai budaya dan lingkungan.
Pekerja menyelesaikan pembuatan peralatan dapur dari drum bekas di Jalan Tanjung, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (7/8/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Trending Now