Foto: Produk Kerajinan dari Limbah Kayu Ulin Laku di Pasar Asia dan Eropa
23 Agustus 2022 13:11 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Foto: Produk Kerajinan dari Limbah Kayu Ulin Laku di Pasar Asia dan Eropa
Pengusaha asal Kalimantan Selatan mampu menjual kerajinan dari limbah kayu ke pasar Asia dan Eropa.kumparanBISNIS
Sejumlah perajin kayu sibuk memproduksi kerajinan dari limbah kayu ulin di Kalimantan Selatan. Pohon ulin yang memiliki sebutan lain yaitu kayu besi itu, sangat terkenal dengan kekuatan dan keawetannya yaitu tahan rayap, serta tidak lapuk jika terendam air.
Pohon kayu ulin merupakan tumbuhan khas di Pulau Kalimantan, terutama tumbuh di hutan seluruh Kalimantan termasuk di Sabah dan Serawak, Malaysia.
Perusahaan kerajinan dari limbah kayu ulin tersebut dibangun oleh Irfan Adi Siswanto, seorang pengusaha sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Ia memanfaatkan sisa tebangan pohon ulin, bonggol beserta akarnya yang masih tertinggal di hutan itu diolahnya menjadi beragam produk kerajinan.
Pada tahun 2019, perusahaan ini diundang pameran di Seoul. Di sana, sebuah talenan saja bisa laku 30 ribu Won atau setara Rp450 ribu. Bahkan dalam tiga hari sebanyak 70 buah talenan habis terjual. Sungguh melebihi ekspektasinya, produk Uleen mendapatkan minat yang bagus dari masyarakat Korea Selatan.
Hal itulah menyebabkan produk tersebut bisa memperluas pasarnya hingga ekspor ke beberapa negara Asia dan Eropa seperti Jepang, Singapura dan Inggris. Meski volume ekspornya belum mencapai satu kontainer namun produknya bisa diekspor bersama dengan produk mebel Jepara yang sudah memiliki pasar internasional lebih dahulu.
Omzet Uleen berkembang dari hanya Rp20 juta sebulan pada 2019 dengan dua orang karyawan kini mencapai Rp150 juta sebulan dan bisa memperkerjakan 25 orang karyawan. Sekitar 70 persen omzetnya berasal dari ekspor dan sisanya dari pasar domestik.
