Freeport Indonesia Proyeksikan Produksi Emas Maksimal 15 Ton pada Akhir 2025
12 November 2025 13:58 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Freeport Indonesia Proyeksikan Produksi Emas Maksimal 15 Ton pada Akhir 2025
PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan produksi emas perusahaan mencapai maksimal sekitar 15 ton hingga akhir 2025.kumparanBISNIS

βUntuk produksi tahun ini mungkin kita maximum 15 ton. Sebagian besar juga kita supply ke Antam. Untuk tahun depan kemungkinan supply atau produksi kita ya berkurang 30 persen dari kondisi normalnya ya,β kata Jenpino di sela acara Bullion Connect 2025 di The Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu (12/11).
Dia menyebutkan penurunan produksi emas ini kemungkinan disebabkan oleh insiden luncuran material basah di Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave yang terjadi pada 8 September lalu. Ia pun menargetkan kembali ke tingkat produksi normal pada 2027.
βKarena mungkin kita ketahui ada insiden kemarin. Jadi mungkin kita kembali normal supply 50-60 ton di tahun 2027,β lanjut Jenpino.
Jenpino menambahkan, sepanjang sisa tahun 2025 ini, Freeport masih berada pada tahap awal pemulihan produksi emas, sehingga kapasitas operasionalnya belum dapat berjalan secara maksimal.
βKebetulan tahun ini kan kita baru mulai ya untuk produksi emasnya. Jadi kita belum full capacity,β tutur Jenpino.
Adapun sebelumnya PTFI berhasil memproduksi 11 ton emas batangan per Juli 2025 melalui fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.
β14 Juli 2025, total produksi gold bar sebesar 11 ton dan produksi silver bar sebesar 6 ton,β kata Direktur Utama PTFI, Tony Wenas, dalam paparannya di Rapat Kerja Komisi XII DPR RI, dikutip Rabu (12/11).
Fasilitas PMR PTFI di JIIPE telah memulai produksi emas batangan sejak 30 Desember 2024, sementara produksi perak batangan dimulai pada 5 Juni 2025.
Fasilitas ini merupakan bagian dari cakupan proyek strategis PTFI yang mencakup pembangunan smelter tembaga baru berkapasitas 1,7 juta dmt/tahun, ekspansi PT Smelting Gresik sebesar 0,3 juta dmt/tahun, serta pengoperasian PMR dengan kapasitas 6.000 ton/tahun.
