Freeport McMoran Beberkan Dampak Insiden Tambang Bawah Tanah PTFI

25 September 2025 18:42 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Freeport McMoran Beberkan Dampak Insiden Tambang Bawah Tanah PTFI
Freeport McMoran menilai ada dampak terkait produksi tembaga dan emas imbas insiden tambang bawah tanah.
kumparanBISNIS
Tim Penyelamat Tambang Bawah Tanah PT Freeport Indonesia di Grasberg Block Cave Temukan Dua Pekerja. Foto: Dok. Freeport Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Tim Penyelamat Tambang Bawah Tanah PT Freeport Indonesia di Grasberg Block Cave Temukan Dua Pekerja. Foto: Dok. Freeport Indonesia
Induk perusahaan PT Freeport Indonesia (PTFI), Freeport McMoran, membeberkan dampak dari insiden yang terjadi di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC). Freeport McMoran memprediksi tambang GBC baru beroperasi secara penuh pada 2027, imbas insiden longsor material basah yang menimbun 7 pekerja, Senin (8/9).
Pada 20 September 2025, PTFI menemukan dua anggota tim yang meninggal dunia. Ketua Dewan Direksi Freeport, Richard C. Adkerson, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
โ€œKami berduka cita atas rekan kerja kami yang gugur dalam insiden tragis ini dan menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga yang kehilangan orang terkasih dan yang masih hilang," kata Richard dalam keterangan resmi, dikutip pada Kamis (25/9).
Richard mengatakan upaya ekstensif sedang berlangsung untuk mencari lima anggota tim PTFI yang masih hilang. Tim bekerja untuk membersihkan lumpur dan puing-puing, dan mencapai area tempat anggota tim lainnya bekerja saat kejadian.

GBC Baru Beroperasi Penuh 2027

Insiden longsoran 800.000 metrik ton aliran material basah terjadi di PB1C, salah satu dari lima blok produksi di GBC. Namun, tetap mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung area produksi lain di GBC.
Untuk memprioritaskan pencarian, operasi penambangan di distrik mineral Grasberg telah dihentikan sementara sejak 8 September. PTFI telah memulai investigasi penyebab insiden yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah operasi penambangan gua blok PTFI selama beberapa dekade.
Tim investigasi yang terdiri dari para ahli eksternal akan menganalisis akar permasalahan dan memberikan rekomendasi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. PTFI memperkirakan investigasi akan selesai pada akhir tahun 2025.
Secara paralel, PTFI akan menyelesaikan penilaian kerusakan pada peralatan bergerak, infrastruktur rel kereta api, saluran bijih, sistem kelistrikan, sistem komunikasi dan infrastruktur pendukung.
Penilaian awal perusahaan menunjukkan dampaknya kemungkinan akan mengakibatkan penundaan produksi yang signifikan dalam waktu dekat, yakni kuartal IV 2025 dan tahun 2026. Namun, operasional dapat kembali seperti sebelum insiden berpotensi baru tercapai pada 2027.
Saat ini, PTFI memperkirakan tambang Big Gossan dan Deep MLZ yang tidak terdampak dapat kembali beroperasi pada pertengahan kuartal IV tahun 2025, dengan dimulainya kembali dan peningkatan operasional tambang GBC secara bertahap pada paruh pertama tahun 2026.

Produksi Tembaga dan Emas Anjlok

Update situasi terkini insiden banjir lumpur di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) Freeport, Kamis (11/9/2025). Foto: Freeport Indonesia
Imbas insiden longsor, Freeport McMoran memperkirakan penjualan konsolidasi kuartal III 2025 sekitar 4 persen lebih rendah untuk tembaga dan sekitar 6 persen lebih rendah untuk emas dibandingkan perkiraan Juli 2025.
Timbunan bijih GBC mewakili 50 persen dari estimasi cadangan terbukti dan terduga PTFI per 31 Desember 2024, dan sekitar 70 persen dari proyeksi produksi tembaga dan emas PTFI hingga tahun 2029.
Akibatnya, penjualan tembaga dan emas PTFI pada kuartal IV tahun 2025 tidak akan signifikan dibandingkan perkiraan penjualan sebelumnya sebesar 445 juta pon tembaga dan 345.000 ons emas.
Pada semester I 2026, perusahaan akan memulai kembali peningkatan bertahap GBC, dimulai dari PB2 dan PB3, diikuti oleh blok produksi ketiga PB1S pada semester II 2026, dan sisanya PB1C [ada tahun 2027. Jadwal ini akan menargetkan pengembalian ke estimasi pra-insiden pada tahun 2027.
Berdasarkan skenario ini, produksi PTFI pada tahun 2026 berpotensi sekitar 35 persen lebih rendah dari estimasi sebelum insiden. Adapun estimasi produksi sebelumnya untuk tahun 2026 mendekati 1,7 miliar pon tembaga dan 1,6 juta ons emas.
PTFI juga bermaksud mencari ganti rugi berdasarkan polis asuransi properti dan gangguan bisnisnya, yang menanggung kerugian hingga USD 1,0 miliar, dengan batas USD 0,7 miliar untuk insiden di bawah tanah, setelah dikurangi pengurangan sebesar USD 0,5 miliar.
Trending Now