Garuda Indonesia Kembali RUPSLB di Tengah Isu Petinggi Singapore Airlines Masuk
30 September 2025 9:47 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Garuda Indonesia Kembali RUPSLB di Tengah Isu Petinggi Singapore Airlines Masuk
Sebelumnya Garuda Indonesia gelar RUPSLB hingga malam pada Juli lalu. Bulan depan akan rapat lagi di tengah kabar direksi asing masuk jadi dirkeu. kumparanBISNIS

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) kembali akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di tengah ramainya kabar soal kemungkinan bergabungnya salah satu petinggi Singapore Airlines ke jajaran manajemen maskapai pelat merah tersebut. RUPSLB akan diadakan 15 Oktober 2025 di Tangerang.
Mengutip Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/9), panggilan resmi rapat akan diumumkan pada 1 Oktober 2025 melalui situs web perseroan, BEI, dan sistem eASY.KSEI yang dikelola PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Pemegang saham yang berhak hadir adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 30 September 2025 pukul 16.00 WIB, atau yang terdaftar dalam sub-rekening efek KSEI pada penutupan perdagangan di BEI pada tanggal yang sama.
Meski agenda rapat belum diumumkan secara resmi, langkah Garuda ini menjadi sorotan lantaran bertepatan dengan beredarnya isu mengenai masuknya salah satu pimpinan Singapore Airlines untuk menduduki posisi Direktur Keuangan Garuda Indonesia. Kabar tersebut sempat mencuat dan memicu berbagai spekulasi di kalangan industri penerbangan maupun pasar modal.
Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim, mengatakan perusahaan menyerahkan keputusan formasi jajaran direksi kepada pemegang saham, dalam hal ini pemerintah melalui Danantara. Namun, dia tidak membantah atau membenarkan soal kabar petinggi Singapore Airlines akan masuk dalam jajaran di direksi Garuda Indonesia.
"Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pemegang saham. Itu selaku kami tidak bisa menjelaskan," kata Reza saat ditemui di kompleks parlemen, Senin (22/9).
Pernyataan tersebut disampaikan Reza untuk menjawab pertanyaan dari Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDIP, Mufti Anam, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP). Saat RDP tersebut, Reza menjelaskan kursi Direktur Keuangan Garuda Indonesia memang masih kosong setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) akhir Juni 2025 lalu.
"Karena RUPS lalu belum menunjuk pejabat Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, maka tugas-tugas dari Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko saat ini dilaksanakan oleh Bapak Direktur Utama dan dibantu oleh pelaksanaan harian, yaitu Bapak Bima Tesdayu," ungkap Reza.
