Garuda Mau Tambah Modal Rp 30,66 T untuk Likuiditas-Bayar Perawatan Pesawat
7 Oktober 2025 12:48 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Garuda Mau Tambah Modal Rp 30,66 T untuk Likuiditas-Bayar Perawatan Pesawat
Garuda Indonesia berniat menambah modal lewat mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).kumparanBISNIS

Aksi korporasi ini akan dilakukan melalui kombinasi setoran tunai dan konversi utang pemegang saham oleh PT Danantara Asset Management (DAM) yang kini menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan penerbangan pelat merah tersebut.
Rencana penambahan modal ini tercantum dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diterbitkan Garuda pada 6 Oktober 2025, dan akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 12 November 2025.
Manajemen menjelaskan langkah ini bertujuan memperbaiki struktur permodalan dan memperkuat likuiditas, mengingat posisi keuangan Garuda masih tertekan dengan ekuitas negatif sebesar USD 1,49 miliar dan rasio utang terhadap aset mencapai 123 persen per akhir Juni 2025.
Dalam dokumen tersebut, manajemen Garuda menegaskan pelaksanaan PMTHMETD dilakukan untuk memperbaiki posisi keuangan sekaligus mendukung keberlanjutan usaha.
βDana hasil pelaksanaan PMTHMETD (yang meliputi setoran modal tunai dan konversi pinjaman pemegang saham ~USD 1.846.320.636), setelah dikurangi dengan biaya-biaya terkait Transaksi, seluruhnya akan digunakan Perseroan untuk mendukung keberlangsungan usaha dan memperbaiki posisi keuangan Perseroan,β tulis manajemen Garuda Indonesia, dikutip pada Selasa (7/10).
Dana hasil PMTHMETD bakal disalurkan ke berbagai kebutuhan strategis perusahaan. Sebagian besar akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional Garuda dan Citilink, anak usaha yang berfokus pada penerbangan berbiaya rendah.
Selain itu, dana juga akan digunakan untuk perawatan dan perbaikan armada, serta pelunasan utang pembelian bahan bakar pesawat Citilink kepada Pertamina yang masih tertunggak periode 2019 hingga 2021.
Manajemen menjelaskan pelaksanaan aksi korporasi ini telah mendapat persetujuan pemerintah melalui Surat Menteri BUMN Nomor S-373/MBU/06/2025 dan Persetujuan Presiden Nomor B-299/M/D-1/HK.02.02/06/2025.
Dalam pelaksanaannya, DAM akan melakukan setoran tunai senilai USD 1,44 miliar dan mengkonversi pinjaman pemegang saham sebesar USD 405 juta yang sebelumnya diberikan kepada Garuda dan Citilink pada pertengahan 2025.
Pinjaman tersebut telah dicairkan secara bertahap sejak Juli hingga September 2025 dengan total mencapai Rp 6,65 triliun, dan digunakan untuk membiayai perawatan serta operasional pesawat.
Berdasarkan laporan, harga pelaksanaan saham baru ditetapkan sebesar Rp 75 per saham. Dengan harga tersebut, Garuda akan menerbitkan sekitar 407,9 miliar lembar saham baru dari portepel. Setelah aksi korporasi ini, kepemilikan saham publik diperkirakan dapat terdilusi dari 27,46 persen menjadi sekitar 5,03 persen, sementara porsi kepemilikan DAM akan meningkat menjadi lebih dari 81 persen.
Manajemen memperkirakan langkah ini akan berdampak signifikan terhadap kondisi keuangan perusahaan. Rasio lancar diperkirakan meningkat dari 0,44 kali menjadi 1,53 kali, dan rasio utang terhadap aset turun dari 123 persen menjadi 96 persen. Total ekuitas yang sebelumnya negatif diproyeksikan akan berubah menjadi positif sekitar USD 349,9 juta.
Perbaikan ini diharapkan bisa membuka kembali akses pendanaan bagi Garuda dan menghindarkan perusahaan dari risiko delisting di BEI.
βDireksi dan Dewan Komisaris Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan usulan transaksi merupakan pilihan yang terbaik saat ini bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham,β tulis Manajemen Garuda Indonesia.
