GMF dan BIJB Mulai Bangun Bengkel Pesawat di Bandara Kertajati
9 Desember 2025 8:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
GMF dan BIJB Mulai Bangun Bengkel Pesawat di Bandara Kertajati
GMF Aero Asia dan BIBJ mulai pembangunan bengkel pesawat di Bandara Kertajati, tahap pertama bangun infrastruktur dasar dan hanggar rotary wing. kumparanBISNIS

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk atau GMF Aero Asia (GMFI) dan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) resmi memulai pembangunan tahap pertama bengkel pesawat di Bandara Kertajati atau Kertajati Aerospace Park. Groundbreaking berlangsung di Bandar Udara Internasional Jawa Barat, Kertajati, Majalengka, Senin (08/12).
Pada tahap pertama, pengembangan kawasan akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar kawasan secara paralel dengan pembangunan hanggar rotary wing.
Pekerjaan mencakup pematangan lahan, penyediaan akses jalan internal, serta pembangunan jaringan utilitas utama seperti listrik, air, dan fiber optik, yang dilakukan bersamaan dengan konstruksi hanggar rotary wing untuk mendukung operasional Maintenance, Repair, and Operations (MRO) Rotary Wing sektor pemerintahan dan layanan terkait lainnya.
Hanggar tersebut dirancang dengan kapasitas fleksibel untuk menampung beberapa unit helikopter kelas menengah secara bersamaan dan diharapkan mulai beroperasi secara bertahap pada periode kuartal III-IV 2026.
Setelah fase awal tersebut terselesaikan, pengembangan kawasan akan dilanjutkan dengan pembangunan konektivitas sisi udara melalui pengembangan apron dan taxiway, serta pembangunan hanggar lanjutan untuk perawatan pesawat fixed wing, fasilitas MRO untuk engine dan component, manufacture spare part, dan fasilitas pendukung lainnya secara bertahap sebagai bagian dari rencana jangka panjang pengembangan Aerospace Park.
Direktur Utama GMF Aero Asia, Andi Fahrurrozi, mengatakan konstruksi tersebut menjadi langkah besar menuju terwujudnya kemandirian industri dirgantara Indonesia.
"Kertajati Aerospace Park akan menjadi fondasi baru bagi ekosistem aviasi nasional sebagai pusat kemampuan MRO, manufaktur komponen, logistik, dan pengembangan SDM bertemu dalam satu kawasan yang terintegrasi,β ujar Andi dalam keterangan tertulis, Selasa (9/12).
Andi juga menambahkan bahwa nilai investasi pembangunan tahap pertama, khususnya untuk hanggar dan fasilitas awalnya, berada pada kisaran di atas USD 5 juta atau sekitar Rp 83,4 miliar (kurs Rp 16.695 per dolar AS), yang akan terus berkembang seiring perluasan kawasan pada fase-fase berikutnya.
βDengan dukungan penuh Pemerintah dan kerja sama erat dengan BIJB, kami yakin Kertajati akan berkembang menjadi pusat gravitasi baru industri aviasi Indonesia dan menciptakan dampak ekonomi yang luas, baik nasional maupun regional," jelasnya.
Plt Direktur BIJB, Ronald H. Sinaga, menegaskan bahwa pembangunan tahap awal ini merupakan momentum strategis bagi pengembangan kawasan Kertajati sebagai aerocity dan simpul pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.
βDengan hadirnya GMF sebagai mitra strategis, kami semakin optimistis Kertajati akan berkembang menjadi pusat aktivitas penerbangan yang terintegrasi, didukung oleh kehadiran para stakeholders kelas dunia,β kata dia.
Pengembangan jangka panjang Kertajati Aerospace Park meliputi rencana kawasan industri dirgantara yang lebih luas, termasuk fasilitas manufaktur, pusat logistik, fasilitas pelatihan, dan area pendukung lainnya. Namun seluruh elemen tersebut akan berkembang secara bertahap setelah infrastruktur dasar kawasan dan hanggar utama beroperasi.
Dalam jangka panjang, kawasan ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan baru di Jawa Barat, mendorong partisipasi UMKM sekitar, serta membuka peluang kerja dan investasi di sektor aviasi yang terus bertumbuh. Dengan konsep green, smart, and sustainable industrial development, kawasan ini akan mengedepankan efisiensi energi, pengelolaan limbah sesuai standar global, serta digitalisasi operasional melalui pemanfaatan IoT dan sistem monitoring terpadu.
Kehadiran Kertajati Aerospace Park diharapkan menjadi salah satu katrol utama bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, memperkuat posisi Kertajati sebagai simpul logistik dan pusat industri berteknologi tinggi di Indonesia, sekaligus menghadirkan lompatan strategis bagi kemandirian industri aviasi nasional.
