Gubernur BI Sebut Dana Pemerintah Rp 200 T ke Bank Mampu Perkuat Likuiditas

17 September 2025 15:22 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur BI Sebut Dana Pemerintah Rp 200 T ke Bank Mampu Perkuat Likuiditas
Gubernur bI menyebut dana pemerintah Rp 200 triliun ke Himbara mampu memperkuat likuiditas di pasar uang maupun perbankan.
kumparanBISNIS
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyimak pertanyaan wartawan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (16/10/2024). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyimak pertanyaan wartawan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (16/10/2024). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
Bank Indonesia (BI) mengatakan, langkah pemerintah untuk menarik dana Rp 200 triliun ke perbankan mampu memperkuat likuiditas di pasar uang dan perbankan.
Dana pemerintah yang sebelumnya tersimpan di BI itu diguyur ke Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara), yakni Bank Mandiri, BNI, BTN, dan BRI. Terdapat pula alokasi untuk BSI.
β€œKami juga menyambut baik Pak Menteri Keuangan memindahkan dana dari Bank Indonesia ke likuiditas perbankan. Dan itu pandangan kami adalah memperkuat injeksi likuiditas yang kami sudah lakukan,” kata Perry dalam konferensi pers, Rabu (17/9).
Di satu sisi, BI juga sudah meningkatkan likuiditas perbankan melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) maupun Surat Berharga Negara (SBN)
β€œSeperti tadi kami sudah injeksi likuiditas, SRBI turun Rp 200 triliun, pembelian SBN Rp 217 triliun, kemudian juga insentif likuiditas Rp 384 triliun,” ujarnya.
Selain itu, BI juga menyambut baik berbagai program-program pemerintah seperti paket stimulus sampai rencana ekspansi kebijakan fiskal. Hal itu pada ujungnya nanti menurut Perry dapat mendorong permintaan kredit.
β€œSehingga itu akan mendorong sektor riil, mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi sektor riil dan meningkatkan dunia usia dan ujungnya akan juga mendorong permintaan kredit,” kata Perry.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penempatan dana Rp 200 triliun tersebut akan memberi efek berganda terhadap perekonomian. Ia juga menyebut tambahan dana tersebut ibarat bahan bakar yang memaksa sistem perbankan bekerja lebih agresif menyalurkan kredit.
Trending Now