Harga Telur Ayam Naik di 157 Wilayah, Tembus Rp 100.000/Kg di Mamberamo Tengah

17 November 2025 13:32 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Harga Telur Ayam Naik di 157 Wilayah, Tembus Rp 100.000/Kg di Mamberamo Tengah
BPS mencatat kenaikan harga telur ayam di 157 kota/kabupaten, salah satunya karena adanya program MBG.
kumparanBISNIS
Ilustrasi pedagang telur ayam. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pedagang telur ayam. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hargatelur ayam ras pada pekan kedua November 2025 sudah berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP). Salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Adapun secara umum, harga telur ayam ras pada pekan kedua November 2025 naik 0,32 persen dibanding Oktober 2025. Harga rata-rata telur ayam ras secara nasional saat ini ada pada angka Rp 31.646 per kg atau sudah berada di atas HAP Konsumen yang berada pada angka Rp 30.000 per kg.
β€œIni menarik karena memang yang memberikan kenaikan harga telur ayam ras adalah meningkatnya permintaan terhadap kebutuhan komoditas telur ayam ras sebagai komponen lauk-pauk menu MBG,” kata Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam Rakor Pengendalian Inflasi Kemendagri, Senin (17/11).
Meski demikian, Amalia menilai kenaikan harga tersebut sebenarnya bisa menjadi peluang untuk memulai bisnis telur ayam ras karena adanya peningkatan permintaan.
β€œTapi ini tentunya menjadi peluang baik untuk bisa didorong peluang bisnis untuk bisa memenuhi kebutuhan permintaan yang lagi meningkat,” ujarnya.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jumat (15/3). Foto: Dok. Plt. Kepala BPS
Selain itu, Amalia juga menjelaskan faktor yang turut menyebabkan harga telur naik pada pekan kedua November 2025 adalah faktor distribusi.
β€œSelain itu adalah ada faktor distribusi dari telur ayam ras dan tentunya kalau kita lihat perlu juga diimbangi dengan ketersediaan stok di pasaran karena memang meningkatnya permintaan telur ayam ras dan ada di beberapa tempat yang distribusinya yang perlu diperhatikan,” kata Amalia.
Amalia juga mencatat telur ayam ras mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di 43,61 persen wilayah di Indonesia. Adapun jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH adalah 157 kabupaten/kota. Dari situ, harga tertinggi telur ayam rasa mencapai Rp 100.000 per kg sementara harga terendahnya berada pada angka Rp 23.320 per kg.
Adapun tiga daerah dengan harga telur ayam tertinggi adalah Kabupaten Mamberamo Tengah dengan harga telur ayam ras Rp 100.000 per kg, Kabupaten Puncak Jaya dengan Rp 90.000 per kg dan Kabupaten Intan Jaya dengan Rp 90.000 per kg.
BPS juga mencatat daftar kabupaten/kota dengan perubahan IPH telur ayam ras yang tinggi disertai dengan adanya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang banyak.
Beberapa di antaranya adalah Kabupaten sambas dengan perubahan IPH 8,32 persen dan jumlah SPPG 26, Kabupaten Pringsewu dengan perubahan IPH 8,16 persen dan jumlah SPPG 37, Kabupaten Sanggau dengan perubahan IPH 8,14 persen dan jumlah SPPG 17, Kabupaten Minahasa dengan perubahan IPH 7,92 persen dan jumlah SPPG 13 serta Kabupaten Mempawah dengan perubahan IPH 7,08 persen dan jumlah SPPG 18.
β€œIni adalah daerah yang mengalami kenaikan IPH telur ayam ras dan jumlah SPPG-nya juga lebih tinggi. Sehingga nanti mungkin pemerintah daerah bisa mendorong untuk penyediaan suplai (telur ayam ras) yang lebih besar,” ujarnya.
Trending Now