Harita Nickel Bangun Pabrik Pengolahan Batu Kapur Rp 1,14 T di Pulau Obi

19 Juni 2025 5:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Harita Nickel Bangun Pabrik Pengolahan Batu Kapur Rp 1,14 T di Pulau Obi
Pabrik ini bertujuan mendukung efisiensi operasional perusahaan dengan memproduksi quicklime secara mandiri.
kumparanBISNIS
Area operasional Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara. Foto: Dok. Harita Nickel
zoom-in-whitePerbesar
Area operasional Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara. Foto: Dok. Harita Nickel
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel tengah membangun pabrik pengolahan batu kapur (limestone) menjadi quicklime di Pulau Obi, Halmahera Selatan melalui PT Cipta Kemakmuran Mitra (CKM), dengan nilai investasi sebesar USD 70 juta atau setara sekitar Rp 1,14 triliun (kurs Rp 16.353 per USD).
Direktur Utama Harita Nickel, Roy Arman Arfandy, mengatakan pabrik ini bertujuan mendukung efisiensi operasional perusahaan dengan memproduksi quicklime secara mandiri, menggantikan pembelian dari pihak luar.
β€œProyek kedua sedang dalam konstruksi adalah pabrik PT CKM atau Cipta Kemakmuran Mitra, di mana pabrik ini akan mengolah kapur atau limestone menjadi quicklime,” ujar Roy dalam konferensi pers secara daring, Rabu (18/6).
Per akhir kuartal I 2025, progres konstruksi pabrik PT CKM telah mencapai sekitar 42 persen.
Selain proyek pengolahan, Harita Nickel juga mengembangkan sisi hulu pertambangan. Perusahaan mulai membuka tambang nikel ketiganya melalui PT Gane Tambang Sentosa (GTS), yang kini berada pada tahap persiapan produksi.
β€œUntuk sisi pertambangan sendiri, selain suplai biji nikel yang berasal dari PT TBP (Trimegah Bangun Persada) dan KPS (Karunia Permai Sentosa), kami juga sudah mulai membuka tambang ketiga kami yaitu PT Gane Tambang Sentosa (GTS) yang saat ini dalam tahap persiapan,” jelas Roy.
Pada proses eksplorasi hingga Maret 2025, perusahaan telah melakukan pengeboran di 1.800 titik dengan total luasan area eksplorasi mencapai sekitar 438 hektare. Tambang ini ditargetkan mulai berproduksi dalam tahun ini.
β€œBijih nikel ini karena lokasinya berada di pinggir laut sebelah selatan (pulau) Obi, diharapkan akan dilakukan melakukan transportasi dengan menggunakan tug and barges dari GTS ke tempat pengolahan nikel yang berjarak kurang lebih 70 km atau 68 km dari lokasi tambang kami ini,” pungkasnya.
Trending Now