homLiv: Pemenang Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas yang Hidupkan Kembali Desa Wisata
13 November 2025 13:34 WIB
·
waktu baca 4 menit
homLiv: Pemenang Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas yang Hidupkan Kembali Desa Wisata
Lewat homLiv, sang owner Yudiana Lyn, menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pengusaha UMKM, masyarakat desa, dan ekosistem digital dapat melahirkan perubahan besar. kumparanBISNIS

Lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga pebisnis, semangat wirausaha telah mengalir dari dalam diri Yudiana Lyn sejak kecil. Setelah lulus kuliah, ia memulai perjalanan bisnisnya dengan menjual pakaian anak dan menjadi seorang importir.
Berbekal kemampuan berbahasa Mandarin, Yudiana dengan mudah menjalin komunikasi dengan pabrik-pabrik di luar negeri. Saat itu, ia berhasil memanfaatkan momentum ketika minat pasar terhadap produk impor sedang tinggi.
Namun, di balik kesuksesan tersebut, tersimpan satu keinginan yang belum terpenuhi: membangun bisnis yang mampu menggali dan mengangkat potensi lokal.
“Saya selalu bilang ke suami, saya ingin punya bisnis yang bisa menggarap potensi lokal. Bahkan, kalau bisa kita ekspor, jangan impor,” kenangnya kepada awak media, Kamis (13/11).
Dari Pandemi ke Titik Balik
Pandemi menjadi titik balik bagi Yudiana, wanita asal Selat Panjang, Riau ini. Sebagai importir yang bergantung pada pasokan luar negeri, bisnisnya sempat terhenti akibat lockdown. Namun, situasi sulit ini justru membuka matanya untuk kembali ke akar, yaitu mengembangkan produk lokal.
Dari sanalah homLiv lahir, merek perlengkapan dapur berbahan kayu yang kini dikenal luas di Indonesia. Yudiana berhasil menangkap peluang dari tren alat masak kayu yang sehat dan ramah lingkungan.
Kini, homLiv telah mengantongi berbagai sertifikasi seperti Halal, SNI ISO 9001, hingga ISO 14000, dan menjadi brand alat masak kayu halal pertama di Indonesia yang meraih Rekor MURI.
Pemberdayaan Desa Krebet: Menghidupkan Kembali Warisan Budaya
Lebih dari sekadar bisnis, homLiv menjadi wujud nyata komitmen Yudiana dalam pemberdayaan masyarakat lokal. Produksi homLiv yang berlokasi di DI Yogyakarta dan melibatkan para pengrajin dari Desa Wisata Krebet, Bantul, yang terkenal dengan tradisi batik kayu.
Saat pandemi, aktivitas di Desa Wisata Krebet harus terhenti hingga memaksa para pengrajin menjual aset mereka untuk bertahan hidup.
Melihat kondisi tersebut, Yudiana tergerak untuk turun tangan. Ia mengajak para pengrajin batik kayu untuk berkolaborasi dan mengembangkan produk homLiv.
Meski awalnya tidak terbiasa, semangat belajar dan pendampingan dari Yudiana membuat para pengrajin mampu beradaptasi dan menghasilkan produk berkualitas tinggi.
Spesial edisi Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas, homLiv meluncurkan produk bertemakan “Cinta Indonesia” yaitu Sutil Kayu Jati ‘Malika’ dengan corak batik buatan tangan para pengrajin Desa Wisata Krebet.
Setiap produk dibuat secara handmade dengan quality control ketat sesuai SOP. Lewat inisiatif ini, homLiv tidak hanya menghidupkan kembali ekonomi desa, tetapi juga melestarikan seni batik kayu yang hampir punah.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa warisan budaya bisa hadir dalam bentuk yang relevan untuk kehidupan modern, seperti alat masak kayu yang sekaligus membawa nilai budaya batik. ” ujar Yudiana.
Selain memberdayakan masyarakat desa, homLiv juga aktif menyuarakan isu keberlanjutan. Setiap tahun, mereka rutin mengadakan penanaman pohon dalam rangka “Hari Menanam Pohon Indonesia” setiap bulan November.
homLiv juga kerap mengadakan program “Trade In Sutil Lama, Bawa Pulang Sutil Baru”, sebuah inisiatif daur ulang untuk mengolah limbah sutil kayu bekas.
Kesuksesan homLiv juga didukung ekosistem digital Shopee. Yudiana memanfaatkan berbagai fitur seperti Shopee Ads, Shopee Live, hingga Affiliate Marketing Solution, serta aktif mengikuti kampanye besar seperti tanggal kembar dan Gajian Sale.
Kini, homLiv tidak hanya memasok ke lebih dari 1.000 outlet di Indonesia, tetapi juga telah menembus pasar ekspor ke Jepang dan negara-negara di Asia Tenggara melalui Program Ekspor Shopee.
Sebagai pemenang Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas, Yudiana membuktikan keberhasilan bisnis bukan hanya soal penjualan, tetapi juga dampak nyata bagi masyarakat.
Lewat homLiv, ia menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pengusaha UMKM, masyarakat desa, dan ekosistem digital dapat melahirkan perubahan besar.
Tak hanya itu, inovasi produk, kemampuan storytelling, serta kepiawaiannya memanfaatkan ekosistem digital untuk memperluas pasar menjadi faktor pendukung Yudiana memenangkan Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas.
Kemenangannya menjadi simbol semangat perempuan wirausaha Indonesia yang mampu berdaya, menginspirasi, dan membawa potensi lokal ke panggung nasional hingga global.
