IMF Sebut Pemangkasan Suku Bunga BI Tepat, Dorong Pertumbuhan Kredit
19 November 2025 9:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
IMF Sebut Pemangkasan Suku Bunga BI Tepat, Dorong Pertumbuhan Kredit
IMF menilai pemangkasan suku bunga BI dapat mendorong pertumbuhan kredit, namun tetap perlu perhatikan risiko stabilitas keuangan.kumparanBISNIS

Dana Moneter Internasional/International Monetary Fund (IMF) melaporkan tinjauan tahunan (article IV) kondisi ekonomi Indonesia di tengah tantangan global. Secara umum, kondisi ekonomi Indonesia dinilai relatif stabil di kisaran 5 persen.
Laporan tim IMF yang dipimpin oleh Maria Gonzalez, mendukung pelonggaran kebijakan fiskal untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satunya dengan pemangkasan suku bunga Bank Indonesia.
"Ke depan, mungkin masih ada ruang untuk penurunan suku bunga tambahan," tulis laporan IMF seperti yang dikutip kumparan, Selasa (18/11).
βPergantian arah kebijakan menuju pelonggaran moneter, dengan penyesuaian berbagai instrumen BI ke arah yang lebih suportif, dinilai tepat. Pemangkasan suku bunga 150 basis poin dan langkah peningkatan likuiditas diperkirakan secara bertahap memperkuat pertumbuhan kredit," tulis Maria.
Meski demikian, IMF menyampaikan bahwa besaran pemangkasan dan kecepatannya tetap bergantung pada data, serta mempertimbangkan jeda waktu dari kebijakan BI yang telah ditempuh.
"Dukungan fiskal yang bersifat positif, serta kebutuhan menjaga ketahanan terhadap guncangan eksternal," sebut laporan IMF.
Ke depan, IMF meminta pemerintah untuk mencermati risiko dampak pertumbuhan kredit. Namun, sejauh ini IMF turut mencermati sistem keuangan Indonesia masih tangguh.
βSeiring meningkatnya pertumbuhan kredit diperlukan untuk menjaga risiko makro-keuangan. Ketika pemerintah berupaya memobilisasi sektor keuangan untuk agenda pertumbuhan, adanya rambu pengaman yang tepat akan menjaga ketahanan sektor tersebut," bunyi laporan tersebut.
Adapun bank sentral telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 150 basis poin (bps) sejak September 2024. Pada Oktober lalu, Bank Indonesia menahan suku bunga acuan 4,75 persen.
