Indeks S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor, Optimisme Dagang Menguat

28 Juli 2025 6:40 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Indeks S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor, Optimisme Dagang Menguat
Dalam beberapa minggu terakhir, Wall Street terus menguat dan mencetak rekor berkat laporan perusahaan yang solid hingga kesepakatan tarif.
kumparanBISNIS
Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock
Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi pada Jumat (25/7), didorong oleh harapan tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa. Saham Deckers Outdoor juga melonjak setelah melaporkan kinerja keuangan yang kuat.
Mengutip Reuters, indeks S&P 500 naik 0,40 persen dan ditutup di 6.388,64 poin. Nasdaq ikut naik 0,24 persen ke 21.108,32 poin, sementara Dow Jones menguat 0,47 persen ke level 44.901,92 poin.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Skotlandia pada Minggu. Sejumlah pejabat dan diplomat Uni Eropa berharap kesepakatan perdagangan bisa dicapai akhir pekan ini. Trump sendiri menyebut peluang kesepakatan itu "50-50".
Saham Deckers Outdoor (DECK.N) melonjak 11 persen setelah mencatat hasil kuartalan yang melebihi perkiraan, didorong permintaan tinggi untuk produk UGG dan Hoka di pasar internasional.
Sementara itu, saham Intel (INTC.O) justru anjlok 8,5 persen. Perusahaan chip tersebut memperkirakan kerugian kuartalan lebih besar dari ekspektasi dan mengumumkan rencana pemangkasan tenaga kerja.
Dalam beberapa minggu terakhir, Wall Street terus menguat dan mencetak rekor berkat laporan keuangan perusahaan yang solid, kesepakatan dagang dengan Jepang dan Filipina, serta harapan tercapainya lebih banyak perjanjian untuk menghindari tarif tinggi dari Trump.
"Pasar telah mengantisipasi bahwa kesepakatan akan tercapai," kata Thomas Martin, Manajer Portofolio Senior di GLOBALT, Atlanta.
"Secara pribadi, saya agak skeptis. Kita harus berhati-hati, karena jika kesepakatan tidak tercapai, ada lebih banyak ruang untuk kekecewaan daripada potensi keuntungan,โ€ imbuhnya.
Sebagian besar sektor saham turut menguat. Sembilan dari 11 sektor S&P 500 naik, dipimpin sektor material yang naik 1,17 persen, disusul sektor industri yang menguat 0,98 persen.
Secara mingguan, S&P 500 naik 1,5 persen, Nasdaq menguat 1 persen, dan Dow naik 1,3 persen. S&P 500 juga mencetak rekor penutupan setiap hari minggu ini.
Menurut Howard Silverblatt dari S&P Dow Jones Indices, rekor serupa terakhir kali terjadi pada November 2021.
Minggu depan, perhatian investor akan tertuju pada keputusan The Fed. Pada Kamis mendatang, bank sentral AS diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga sambil mempertimbangkan dampak tarif terhadap inflasi.
Menurut alat FedWatch CME, para pelaku pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga pada September sekitar 60 persen.
Trump pun kembali menekan The Fed. Pada Jumat, ia menyatakan, โ€œSaya yakin Jerome Powell mungkin siap untuk menurunkan suku bunga.โ€
Sehari sebelumnya, Trump juga melontarkan kritik terhadap The Fed karena dianggap belum juga memangkas suku bunga.
Trending Now