Indonesia dan Brasil Sepakat Perkuat Kerja Sama Strategis di Sektor ESDM
24 Oktober 2025 9:31 WIB
·
waktu baca 3 menitDiperbarui 20 November 2025 15:46 WIB

Indonesia dan Brasil Sepakat Perkuat Kerja Sama Strategis di Sektor ESDM
Kesepakatan ini menjadi langkah konkret kedua negara dalam menjawab tantangan transisi energi global serta memperkuat hilirisasi industri di masa depan.kumparanBISNIS

Indonesia dan Brasil sepakat memperkuat kemitraan strategis di sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM). Kesepakatan ini menjadi langkah konkret kedua negara dalam menjawab tantangan transisi energi global serta memperkuat hilirisasi industri di masa depan.
Kerja sama tersebut ditegaskan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10). Penandatanganan ini disaksikan langsung Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dalam kunjungan kenegaraan.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Lula dan menekankan arti penting Brasil sebagai mitra strategis di belahan bumi selatan.
“Kami memandang Brasil sebagai pemimpin yang sangat penting di Selatan, di belahan bumi Selatan, pemimpin negara-negara berkembang. Kita memiliki latar belakang yang sama, kita adalah negara-negara besar,” ujar Prabowo.
Sementara itu, Lula da Silva menilai kedua negara memiliki kesamaan visi dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat posisi di kancah global.
“Saya datang ke sini dengan harapan tinggi untuk memperbarui kemitraan strategis kita, menjalin perjanjian baru, tidak hanya perdagangan bilateral, tetapi juga berinvestasi dalam hal-hal baru seperti kecerdasan buatan, sentralisasi data, memperdalam hubungan ilmiah dan teknologi, dan yang terpenting, memiliki kebijakan perdagangan yang seimbang antara keduanya. Kebijakan ini haruslah saling menguntungkan,” ungkap Lula da Silva.
MoU di sektor ESDM itu ditandatangani oleh Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, dan Menteri Pertambangan dan Energi Brasil Alexandre Silveira. Penandatanganan ini menandai dimulainya babak baru hubungan energi Indonesia–Brasil.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut kesepakatan ini sebagai komitmen untuk menerjemahkan arahan langsung kedua presiden.
“Penandatanganan MoU hari ini menandai babak baru yang sangat strategis bagi kerja sama Indonesia dan Brasil, kita adalah dua negara besar yang kaya akan sumber daya alam. Ini adalah komitmen untuk mendorong hasil konkret yang saling menguntungkan di sektor energi dan pertambangan,” ujar Bahlil di Jakarta.
Ruang lingkup kerja sama ini cukup luas, meliputi sektor hulu dan hilir migas, energi baru dan terbarukan (seperti bioenergi, surya, dan angin), efisiensi energi, modernisasi jaringan listrik, pengelolaan sumber daya mineral, hingga pengembangan kapasitas SDM.
Dari seluruh bidang tersebut, bioenergi menjadi salah satu fokus utama. Brasil merupakan produsen etanol terbesar kedua di dunia dan memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan energi rendah karbon. Bagi Indonesia, hal ini sangat relevan untuk mempercepat transisi energi bersih.
"Brasil adalah salah satu yang terdepan di dunia dalam hal bioenergi, khususnya etanol. Melalui MoU ini, kita akan serius mendorong alih teknologi dan transfer pengalaman mereka untuk mendukung percepatan program bioenergi nasional," jelas Bahlil.
Selain bioenergi, kerja sama di bidang pertambangan juga diproyeksikan memberikan manfaat strategis. Brasil diketahui memiliki cadangan besar bauksit, bijih besi, litium, serta niobium—komoditas penting untuk mendukung pengembangan industri hijau dan kendaraan listrik di Indonesia.
Kesepakatan ini juga merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Brasil pada Juli 2025 lalu. Kerja sama tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam diplomasi energi global sekaligus memperluas peluang investasi di sektor strategis.
Bagi Kementerian ESDM, kolaborasi ini menjadi wujud nyata diplomasi energi di bawah kepemimpinan Menteri Bahlil Lahadalia. Kerja sama Indonesia–Brasil diharapkan membuka jalan menuju masa depan energi yang lebih bersih, efisien, dan berdaulat, serta memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.
