Indonesia Minta Kuota Tangkapan Ikan Tuna Sirip Biru Naik Jadi 3 Ribu Ton
6 Oktober 2025 15:44 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Indonesia Minta Kuota Tangkapan Ikan Tuna Sirip Biru Naik Jadi 3 Ribu Ton
KKP meminta Komisi Konservasi Tuna Sirip Biru Selatan (CCSBT) menambah kuota tangkapan ikan tuna sirip biru menjadi 3 ribu ton.kumparanBISNIS

Indonesia meminta Komisi Konservasi Tuna Sirip Biru Selatan (CCSBT) menambah kuota tangkapan ikan tuna sirip biru atau bluefintuna menjadi 3 ribu ton.
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menilai kuota tangkapan ikan tuna sirip biru untuk Indonesia saat ini sangat kecil, yakni hanya 1.300 ton.
"Target kalau kita bisa dapat 15 persen lebih bagus gitu ya. Indonesia kuotanya paling sedikit kira-kira cuma 1.300, jadi hanya 5 persen dibandingkan dengan negara-negara lain," katanya saat menghadiri pertemuan ke-32 CCSBT di Bali, Senin (6/10).
Trenggono menilai jumlah kuota yang ditetapkan saat ini tidak adil dan belum mampu memberikan sejahtera bagi nelayan Indonesia. Padahal, Indonesia menjadi wilayah pemijahan ikan tuna sirip biru dan terlibat aktif menjaga konservasi laut.
"Indonesia kalau sangat ironis kita jagain terus begitu besar keluar ya lalu kemudian kuota penangkapan kita sedikit, ini yang sangat juga tentu tidak fair," katanya.
Negara anggota CCSBT terdiri dari 8 negara, yaitu Australia, Indonesia, Jepang, Republik Korea, Selandia Baru, Fishing Entity of Taiwan, Afrika Selatan, dan Uni Eropa.
Komisi bakal merundingkan permintaan tambahan kuota penangkapan ikan tuna sirip biru ini. Wahyu Trenggono berharap Komisi bisa memberikan keputusan pada tanggal 9 oktober 2025 mendatang.
Sementara itu, Direktur Pengolahan Sumberdaya Ikan KKP, Syahril Abdul Raup, mengatakan Australia dan Jepang merupakan negara yang paling tinggi memiliki kuota tangkapan ikan tuna sirip biru, yaitu masing-masing 35 persen.
Potensi ekonomi ikan tuna sirip biru tinggi karena harga jualnya saat ini paling mahal dibandingkan ikan tuna lainnya. Indonesia memiliki 304 kapal yang memiliki izin menangkap ikan tuna sirip ikan di Samudra Hindia, tepatnya selatan Pulau Jawa.
Perusahaan kapal ini sebagian besar berada di Bali. Indonesia biasanya mengekspor produk ikan tuna sirip biru ini ke Australia dan Jepang.
"(Lokasi penangkapan) ini kan kayak di halaman belakang rumah nih. Tuna kita yang tuna sirip biru. Jadi pulau Bali ini contoh ya. Nah makanya kita memperjuangkan supaya kuota kita ini bisa meningkat. Paling tidak ya 15 persen dari seluruh kuota dunia, kuota tuna sirip biru dunia," katanya.
