Industri Dalam Negeri RI Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Alat dan Mesin Pertanian

25 Agustus 2025 11:44 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Industri Dalam Negeri RI Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Alat dan Mesin Pertanian
Wamenperin Faisol Riza mengatakan industri dalam negeri hingga saat ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan nasional untuk Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan).
kumparanBISNIS
Pekerja menyelesaikan proses pengecatan alat mesin pertanian (alsintan) di salah satu bengkel produksi Sang General Industri (SGI), Aceh Besar, Aceh, Selasa (27/7/2021). Foto: SYIFA YULINNAS/ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja menyelesaikan proses pengecatan alat mesin pertanian (alsintan) di salah satu bengkel produksi Sang General Industri (SGI), Aceh Besar, Aceh, Selasa (27/7/2021). Foto: SYIFA YULINNAS/ANTARA
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan industri dalam negeri hingga saat ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan nasional untuk Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan).
Padahal menurut dia, kebutuhan untuk Alsintan sangat besar, terutama untuk mendukung program utama pemerintah yakni ketahanan pangan.
"Ketahanan pangan tidak akan terjadi kalau alat-alat pertanian dan alsintan kita tidak tersedia. Kebutuhan yang sangat besar dan selama ini industri dalam negeri belum mampu menyokong kebutuhan Alsintan secara nasional," kata Faisol dalam Pembekalan dan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (25/8).
Faisol menuturkan, berbagai kelompok masyarakat di daerah seperti tukang las hingga bengkel motor dapat menjadi katalisator bagi ketahanan pangan.
โ€œ(Mereka) berpotensi menjadi katalisator untuk mendukung ketahanan pangan. Dengan apa? Dengan cara memproduksi alat-alat pertanian yang sederhana,โ€ sebut Faisol.
Dia pun menuturkan kesiapan pihaknya untuk mendukung langkah yang dilakukan baik oleh Kementerian Transmigrasi maupun para patriot transmigran guna mengembangkan alat-alat pertanian.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza di kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (12/3/2025). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan
Dukungan yang diberikan pun dapat mencakup konsolidasi, kolaborasi, maupun peningkatan kapasitas bengkel-bengkel rakyat agar dapat berperan dalam penyediaan alsintan sederhana bagi masyarakat.
โ€œJika ada yang menginginkan satu konsolidasi, kolaborasi, maupun dukungan, peningkatan kapasitas dari bengkel las, dari bengkel motor, maupun bengkel-bengkel lainnya (untuk) menyediakan alat-alat pertanian yang sederhana, (Kemenperin) akan siap,โ€ kata Faisol.
Sebelumnya pemerintah telah menyalurkan Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian senilai Rp 30,73 miliar per 19 Agustus 2025. Dana tersebut disalurkan kepada 43 debitur, dengan penyaluran terbesar berasal dari Bank Sulselbar sebesar Rp 17,85 miliar.
Hingga saat ini, sektor pertanian masih dibayangi stagnasi produktivitas, minimnya investasi, serta rendahnya regenerasi petani yang berpotensi mengganggu ketahanan pangan.
Di sisi lain, industri padat karya seperti makanan dan minuman, tekstil, garmen, alas kaki, hingga furnitur menghadapi tekanan akibat persaingan global dan melemahnya permintaan ekspor.
Trending Now