INFO A1: Kampung Haji Indonesia di Makkah Berkelas Dunia, Bukan Omon-omon

22 Desember 2025 13:17 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
INFO A1: Kampung Haji Indonesia di Makkah Berkelas Dunia, Bukan Omon-omon
Rosan Roeslani biacara proses panjang dan diplomasi Kampung Haji Indonesia di Makkah dan Madinah dalam INFO A1 kumparan.
kumparanBISNIS
Menteri Investasi/BKPM, Roslan Roeslani dalam program Info A1. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Investasi/BKPM, Roslan Roeslani dalam program Info A1. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Menteri Investasi sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengungkap proses panjang dan diplomasi strategis di balik rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah dan Madinah.
Dalam program INFO A1kumparan, Rosan membeberkan bahwa gagasan Kampung Haji Indonesia bermula dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), pada Mei lalu. Usulan tersebut tidak hanya mendapat sambutan positif, tetapi juga mendorong perubahan regulasi penting di Arab Saudi.
Pada Juli 2025, Kerajaan Arab Saudi mengubah undang-undang kepemilikan properti, sehingga memungkinkan institusi asing memiliki tanah di Makkah dan Madinah. Kebijakan ini dijadwalkan berlaku efektif mulai Januari 2026.
Rosan menjelaskan, proses menuju tahap ini tidak instan. Selama enam bulan, ia bolak-balik ke Arab Saudi hingga empat kali, disertai puluhan pertemuan daring dengan berbagai pihak untuk memastikan seluruh rencana sejalan dengan visi otoritas setempat.
Indonesia diminta menghadirkan perencanaan yang matang, desain berkelas dunia, serta konsep layanan yang benar-benar terintegrasi untuk jemaah haji.
β€œMereka bilang ke kita ini harus world class standard, ya. Bukan yang sembarangan. Mereka juga enggak mau,” ujar Rosan.
Menteri Investasi/BKPM, Roslan Roeslani berbincang dengan Pimred kumparan, Arifin Asydhad dalam program Info A1. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Indonesia juga mengikuti proses bidding yang dikelola Royal Commission of Mecca (RCMC). Penilaian tidak semata berdasarkan harga, melainkan kualitas perencanaan, desain, serta kesesuaian visi pembangunan. Dari delapan lokasi yang ditawarkan, Indonesia memilih kawasan Western Hindabiya, sekitar dua kilometer dari Masjidil Haram, lahan yang dinilai paling favorit karena relatif datar dan minim hambatan.
Dari total sekitar 90 bidder internasional, Indonesia kini berhasil masuk dua besar kandidat terkuat. Kawasan yang dipilih dinilai strategis karena dapat dibangun lebih cepat dibanding lokasi lain yang masih membutuhkan pembongkaran besar atau pengerjaan geografis berat. Keputusan akhir dari otoritas Arab Saudi diperkirakan akan diumumkan pada Desember atau Januari mendatang.
Lalu, bagaimana kelanjutan prosesnya? Seberapa besar peluang Indonesia mewujudkan Kampung Haji sebagai pusat layanan jemaah nasional berstandar dunia di Tanah Suci? Saksikan selengkapnya di INFO A1 kumparan.
Trending Now