Ini Faktor Pendorong Harga Bitcoin Bisa Tembus Rp 2,09 Miliar

8 Oktober 2025 15:44 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ini Faktor Pendorong Harga Bitcoin Bisa Tembus Rp 2,09 Miliar
Bitcoin menembus harga tertinggi sepanjang masa (All-Time High) pada level USD 126.000 atau setara Rp 2,09 miliar.
kumparanBISNIS
Ilustrasi bitcoin. Foto: Westend61/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bitcoin. Foto: Westend61/Getty Images
Bitcoin menembus harga tertinggi sepanjang masa (All-Time High) pada level USD 126.000 atau setara Rp 2,09 miliar (dengan kurs Rp 16.591 per dolar AS) per koin.
Sebelumnya harga Bitcoin juga sempat menyentuh puncak di USD 126.080 sebelum stabil di kisaran USD 124.700, menunjukkan ketahanan yang kuat meski volatilitas pasar meningkat.
Vice President Indodax Antony Kusuma, melihat reli harga ini turut didorong oleh meningkatnya partisipasi institusi, bukan hanya investor ritel.
β€œKetika arus dana besar masuk ke produk-produk berbasis Bitcoin, seperti ETF dan treasury korporasi, meski porsi kepemilikan institusi masih relatif kecil dibanding total suplai, arus dana yang masuk menandakan meningkatnya kepercayaan terhadap infrastruktur aset digital global,” ujar Antony dalam keterangannya, Rabu (8/10).
Menurut dia, kenaikan harga Bitcoin kali ini dipicu oleh masuknya dana besar dari investor institusi dan melemahnya nilai dolar AS. Banyak investor beralih ke Bitcoin sebagai aset pelindung nilai.
Produk ETF Bitcoin dari manajer investasi besar seperti BlackRock dan Fidelity juga menarik dana miliaran dolar, membuat pasokan di pasar menipis.
Selain itu, cadangan Bitcoin di bursa global turun ke level terendah dalam enam tahun karena banyak investor memilih menyimpannya untuk jangka panjang, menandakan mereka yakin harganya masih akan naik.
Antony juga menjelaskan karakteristik pasar saat ini berbeda dibandingkan siklus-siklus sebelumnya. Pada 2021 misalnya, dia menyoroti euforia Bitcoin lebih banyak digerakkan oleh faktor emosional dan partisipasi ritel.
β€œNamun kini, penurunan cadangan bursa, hingga permintaan institusional yang stabil,” katanya.
Ilustrasi Bitcoin. Foto: Dado Ruvic/REUTERS
Menurut dia faktor-faktor tersebut menciptakan fondasi yang jauh lebih sehat bagi pertumbuhan jangka panjang. Sebab bukan kenaikan sensasional, tetapi dibangun atas dasar kepercayaan dan penerapan nyata di berbagai sektor, termasuk pembayaran lintas negara, aset treasury, hingga instrumen lindung nilai terhadap inflasi.
Dari sisi pasar domestik, harga baru bitcoin juga mengerek aktivitas perdagangan di Indodax secara signifikan.
β€œVolume transaksi di platform kami melonjak dalam beberapa hari terakhir, dalam 7 hari terakhir, volume transaksi Indodax meningkat hampir 50 persen dibandingkan periode sebelumnya,” katanya.
Antony menambahkan, selama Bitcoin bertahan di atas USD 120.000, tren bullish masih kuat. Namun, investor perlu tetap disiplin dan menerapkan strategi pembelian bertahap (Dollar-Cost Averaging/DCA) untuk menghadapi volatilitas pasar.
Dia juga mencatat, rekor Bitcoin turut mendorong kenaikan aset kripto besar lain seperti Ethereum dan XRP, menandakan ekosistem kripto tengah memasuki fase pertumbuhan baru.
Ethereum turut menguat ke level USD 4.600, sementara XRP juga mencatatkan kenaikan di USD 2,9. Pergerakan ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap aset kripto utama terus meningkat setelah periode konsolidasi selama beberapa bulan terakhir.
Trending Now