InJourney Kembangkan Verifikasi Biometrik, Permudah Jemaah Haji-Umrah di Bandara

14 Mei 2025 18:49 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
InJourney Kembangkan Verifikasi Biometrik, Permudah Jemaah Haji-Umrah di Bandara
Dengan teknologi biometrik ini, jemaah yang melewati berbagai tahapan pemeriksaan di bandara tak perlu menunjukkan dokumen fisik seperti paspor.
kumparanBISNIS
Petugas membantu mendorong kursi roda yang dinaiki seorang calon haji Indonesia kloter JKG 01 dari Madinah sesampainya di Hotel Al Ghader, Syisyah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (10/5/2025). Foto: Andika Wahyu/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas membantu mendorong kursi roda yang dinaiki seorang calon haji Indonesia kloter JKG 01 dari Madinah sesampainya di Hotel Al Ghader, Syisyah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (10/5/2025). Foto: Andika Wahyu/ANTARA FOTO
PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tengah mengembangkan konsep pelayanan berbasis teknologi biometrik untuk mempercepat dan mempermudah proses keberangkatan jemaah haji dan umrah.
Uji coba layanan in tengah dilakukan di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
Direktur Strategis dan Teknologi InJourney Airports, Ferry Kusnowo, menjelaskan teknologi ini memungkinkan jemaah untuk melewati berbagai tahapan pemeriksaan di bandara tanpa harus menunjukkan dokumen fisik seperti paspor.
Data biometrik berupa pengenalan wajah yang telah dikumpulkan sebelumnya akan digunakan untuk verifikasi identitas secara contactless.
β€œSetelah check-in, sebelum pemeriksaan keamanan hingga proses boarding, biasanya jemaah harus mengeluarkan dokumen dan paspor. Dengan sistem ini, semua proses bisa dilakukan tanpa kontak fisik,” kata Ferry saat Rapat Panitia Kerja (Panja) bersama Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (14/5).
Konsep ini, menurutnya, bertujuan mempercepat perjalanan jemaah dan memberikan pengalaman lebih nyaman. Selain itu, Ferry berharap sistem yang sama juga bisa diterapkan saat kedatangan jemaah di Arab Saudi.
Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kemenkeu, Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Ditjen Imigrasi, dan InJourney, saat rapat kerja (raker) Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (14/5/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
Untuk jemaah haji yang telah mengikuti program Makkah Route Initiative (MRI), proses imigrasi dilakukan di Indonesia, sehingga tidak perlu antre imigrasi setibanya di Tanah Suci. Namun, jemaah umrah masih harus menjalani pemeriksaan manual saat tiba di Arab Saudi.
Jika kerja sama pertukaran data antara Indonesia dan Arab Saudi bisa terwujud, jemaah umrah pun akan dapat menikmati layanan serupa melalui sistem Smart Pass atau Smart Lane.
Dengan teknologi ini, jemaah cukup berjalan melewati jalur khusus dan data mereka akan diverifikasi secara otomatis, tanpa perlu antre imigrasi.
"Semoga perubahan data antara Indonesia dan Arab Saudi itu bisa terjadi, pengalaman mereka sampai ke Tanah Suci mudah, pengalaman kembali ke Tanah Air pun bisa mudah, karena prosesnya bisa diulang," katanya.
Trending Now