JK soal Hilirisasi: Bisa Membawa Indonesia Kembali ke Zaman VOC
7 Februari 2024 14:32 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
JK soal Hilirisasi: Bisa Membawa Indonesia Kembali ke Zaman VOC
Jusuf Kalla (JK) mengatakan, praktik hilirisasi yang dibanggakan Presiden Jokowi saat ini sangat berbahaya, meskipun memang diharuskan untuk menambah nilai tambah industri.kumparanBISNIS

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK mengatakan praktik hilirisasi yang dibanggakan Presiden Jokowi saat ini sangat berbahaya, meskipun memang diharuskan untuk menambah nilai tambah industri.
Menurut JK, praktik berbahaya hilirisasi yang kini dilakukan di Indonesia bahkan tidak berbeda dengan zaman kolonialisme ketika perdagangan dikuasai oleh VOC, karena hanya menguntungkan pihak asing dan malah memiskinkan rakyat.
"Tapi dengan praktiknya ini sangat berbahaya untuk negeri ini, kalau sekarang praktiknya ya. Bisa mengembalikan negeri ini ke zaman VOC," ungkapnya saat di kediamannya di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Rabu (7/2).
"Orang asing menggali kekayaan dengan buruh yang murah, semua keuntungannya lari ke luar tidak ke dalam, memiskin rakyat," imbuh JK yang sudah menyatakan dukungan kepada paslon 01 Anies-Cak Imin ini.
JK juga menyoroti soal cadangan nikel Indonesia yang akan habis dalam kurun waktu 15 tahun mendatang karena terus-menerus dikeruk, sehingga mengancam keberlangsungannya.
"Lah dihabiskan, bagaimana masa depan bagaimana generasi Anda, itu betul-betul sistemnya sangat merugikan," tegas dia.
Selain itu, JK menyebutkan penerimaan negara melalui pajak penghasilan (PPh) hanya 1,5 persen dari nilai ekspor. Hal ini, menurut dia, yang membuktikan bahwa hilirisasi ini malah memperkaya negara lain dan memiskinkan rakyat Indonesia.
"Ternyata di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara dari tahun ke tahun makin miskin rakyatnya. Lihat data statistik resminya, bukan tambah kaya tapi tambah miskin, negara ini hanya dapat dikit semuanya lari China, persis zaman VOC," pungkas JK.
Sebelumnya, Hilirisasi nikel selalu digaungkan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Dia memastikan akan melanjutkan hilirisasi yang merupakan warisan dari pemerintahan Presiden Jokowi.
Prabowo bahkan mengatakan jika hilirisasi nikel bisa menjadi sumber pundi untuk pendapatan negara, sehingga bisa menggenjot perekonomian Indonesia.
Menurut Prabowo, hilirisasi yang digencarkan pemerintahan Presiden Jokowi sangat vital bagi bangsa Indonesia dan hanya perlu akal sehat untuk memahaminya.
Menurut dia, harga nikel sama halnya dengan komoditas yang pasti selalu naik turun. Namun, pada dasarnya nikel masih menjadi komoditas yang penting dibutuhkan oleh industri.
"Kita punya nikel salah satu yang terbesar di dunia. Jadi kenapa kita harus jual nikel kita murah diolah di luar negeri. Jadi ini kacau pemikiran orang-orang itu saya bener-bener enggak paham," katanya saat Trimegah Political and Economic Outlook 2024, Rabu (31/1).
