Jumlah BUMN Mau Dipangkas Jadi 30, Erick Pastikan Setoran ke Negara Tak Turun

7 Maret 2024 22:19 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jumlah BUMN Mau Dipangkas Jadi 30, Erick Pastikan Setoran ke Negara Tak Turun
Jumlah BUMN mau dipangkas jadi 30, Erick Thohir pastikan setoran dividen ke negara tidak turun.
kumparanBISNIS
Ketua PSSI Erick Thohir saat Groundbreaking National Training Center di IKN. Foto: Twitter/@erickthohir
zoom-in-whitePerbesar
Ketua PSSI Erick Thohir saat Groundbreaking National Training Center di IKN. Foto: Twitter/@erickthohir
Dalam roadmap Kementerian BUMN tahun 2024-2034, jumlah BUMN akan dikonsolidasikan menjadi hanya 30 perusahaan. Di lain sisi, target dividen untuk negara setiap tahun meningkat.
"Memang kita bicara bukan berarti jumlah BUMN yang banyak menjadi kontribusi yang baik dan sehat, dan bahkan sering mematikan persaingan dengan swasta, penguasa daerah. Ini yang kita konsolidasi dari yang 108 jadi 41 di tahun 2024 ini. Di tahun 2024-2034 kita akan konsolidasi lagi jadi 30," kata Menteri BUMN Erick Thohir di Tennis Indoor Senayan, Kamis (7/2).
Setelah mencatat rekor sumbangsih dividen tertinggi Rp 81 triliun di 2023, Erick menargetkan tahun 2024 naik menjadi Rp 85 triliun. Dia optimistis, meski ke depan BUMN semakin ramping, tidak akan mengurangi kinerja perusahaan memberi dividen pada negara.
"Karena kalau dulu 60 persen ketika saya masuk itu merugi, sekarang 80 persen mayoritas semua untung, 80 persen," kata Erick.
Erick menjelaskan sektor-sektor BUMN yang akan jadi andalan menyetor dividen negara, mulai dari perkebunan sampai pertambangan. Bahkan, BUMN-BUMN kecil juga mulai memberi kontribusi yang signifikan.
"Kalau dilihat dari Rp 85 triliun targetnya kontribusi terbesar masih di himbara, telekomunikasi, pertambangan, energi. Tapi yang menarik yang kecil-kecil, di bawah, mulai kontribusi gede juga. Secara konsolidasi tidak berbeda, tapi yang tumbuh di bawahnya akan lebih banyak. Makanya dividen bisa naik," pungkas Erick.
Trending Now