Kadin Ajak Pengusaha Patungan Galang Dana untuk Bencana Aceh hingga Sumatera

30 November 2025 13:05 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kadin Ajak Pengusaha Patungan Galang Dana untuk Bencana Aceh hingga Sumatera
Ketua Umum Anindya Bakrie mengatakan siap mengirim bantuan untuk korban bencana. Dimobilisasi pengusaha.
kumparanBISNIS
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, dan Ketua DPRD DKI Jakarta Khoiruddin saat doa bersama untuk korban bencana Aceh-Suamtera di CFD Bundaran HI, Jakarta, Minggu (30/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, dan Ketua DPRD DKI Jakarta Khoiruddin saat doa bersama untuk korban bencana Aceh-Suamtera di CFD Bundaran HI, Jakarta, Minggu (30/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berencana menggalang dana untuk bencana banjir yang melanda beberapa daerah di Aceh dan Sumatera. Nantinya, mobilisasi ditarget bisa dilakukan usai Rapat Pimpinan Nasional yang mulai digelar esok (1/12) sampai Selasa (2/12).
Bencana yang terjadi di Sumatera meliputi banjir sampai tanah longsor di tiga provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
β€œKita ada 30 provinsi lagi hadir di Rapimnas. Tentu 3 dari 38 itu sedang menghadapi musibah. Jadi kita akan menggalang dana dan juga memikirkan logistiknya. Mudah-mudahan sehabis Rapimnas, hari Selasa malam kan selesai, Rabu sudah bisa dimobilisasi,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie usai Fun Walk Kadin di CFD Jakarta, Minggu (30/11).
Kadin ingin memberi bantuan yang dilakukan secara terstruktur. Mereka akan melibatkan koordinasi dan kerja sama baik dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Seorang perempuan berdiri di tengah batang-batang pohon yang terdampar di pantai setelah banjir bandang dan tanah longsor yang mematikan, di Padang, Provinsi Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
β€œKadin ingin bekerja sama dengan pemerintah pusat dan juga daerah dan komponen-komponennya untuk memastikan bahwa penderitaannya itu bisa kita ringankan sedikit, walaupun tentu ini bencana alam yang tidak mudah,” ujarnya.
Selain menggalang dana dalam bentuk uang tunai, Anindya juga menuturkan Kadin mempersilakan siapa pun yang ingin membantu dalam bentuk lain yang juga dibutuhkan oleh korban bencana.
β€œKarena saya lihat di situ banyak sekali diskoneksi antara infrastruktur karena musibah ini. Jadi penting sekali Kadin itu bergerak seperti tadi Bu Diana bilang, bukan saja untuk menggerakkan ekonomi, tapi untuk membantu ketika lagi ada musibah seperti ini,” kata Anindya.
Sebelumnya, Danantara juga sudah mengaktifkan jaringan koordinasi dengan BUMN yang memiliki jangkauan operasional di wilayah terdampak bencana banjir bandang hingga longsor.
Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, mengatakan upaya tanggap darurat Danantara untuk memastikan masyarakat mendapatkan bantuan awal yang memadai, sekaligus menjaga agar akses vital tetap dapat dibuka.
Rohan mengatakan, sejumlah BUMN yang berada dalam pengelolaan Danantara telah menjalankan langkah-langkah awal di lapangan. Tim relawan diterjunkan untuk membantu evakuasi warga dari wilayah terisolasi, sementara armada logistik membawa bantuan pangan, air bersih, perlengkapan dasar, dan kebutuhan kesehatan menuju titik-titik pengungsian.
Akses utama di Kabupaten Bener Meriah terputus total setelah diterjang banjir bandang dan longsor, Kamis (27/11/2025). Foto: Dok. Diskominfo Bener Meriah
"Danantara Indonesia dan jaringan BUMN yang terkait ingin memastikan bahwa masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali menjalani kehidupan normal secepat mungkin,” kata Rohan.
Di beberapa kawasan yang mengalami kerusakan jalan akibat longsor, perusahaan-perusahaan dengan kemampuan teknis dan alat berat turut membantu membuka kembali jalur yang tertutup material tanah dan batu sehingga distribusi bantuan dapat kembali berjalan lancar.
Kemudian dari sisi komunikasi, pemulihan jaringan seluler dan sambungan listrik menjadi prioritas awal agar proses koordinasi antarpihak dapat dilakukan tanpa hambatan.
Trending Now