KAI Logistik Punya Layanan Hitung Emisi Karbon, Tercantum di Invoice Barang
1 Oktober 2025 20:01 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
KAI Logistik Punya Layanan Hitung Emisi Karbon, Tercantum di Invoice Barang
KAI Logistik kini menyediakan layanan perhitungan emisi karbon, pelanggan bisa mengetahui emisi yang dihasilkan barang yang dikirim. kumparanBISNIS

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), meluncurkan layanan green logistics dalam mendukung keberlanjutan. Inisiatif ini menandai KAI Logistik sebagai perusahaan logistik pertama di Indonesia yang mengimplementasikan Green Freight Logistics dengan layanan perhitungan dan pelaporan emisi gas rumah kaca (GRK) sesuai standar internasional ISO 14083.
Standar ISO 14083 mencakup pengukuran emisi karbon dari seluruh rantai layanan transportasi logistik, mulai dari angkutan kereta api, terminal, hingga moda pendukung first mile dan last mile. Dengan adopsi standar ini, KAI Logistik menghadirkan layanan logistik yang tidak hanya efisien dan aman, tetapi juga transparan serta bertanggung jawab terhadap lingkungan.
โGreen Logistics adalah langkah KAI Logistik untuk mendukung agenda keberlanjutan nasional sekaligus berkontribusi pada upaya global dalam mitigasi perubahan iklim. Kami menghadirkan sistem penghitungan emisi karbon yang terintegrasi, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai standar internasional," ujar Direktur Utama KAI Logistik, Fredi Firmansyah dalam keterangannya, Rabu (1/10).
KAI Logistik menerapkan perhitungan Tier 3, yaitu metode inventarisasi emisi GRK yang komprehensif dengan pemodelan dan sistem pengukuran langsung berbasis data aktivitas yang sangat rinci dan spesifik. Pencantuman jumlah emisi dihasilkan pada setiap invoice pelanggan.
Dia mengatakan, langkah tersebut memberi nilai tambah berupa transparansi, sekaligus menyediakan informasi yang dapat digunakan pelanggan untuk menyusun laporan keberlanjutan, memenuhi kewajiban regulasi terkait emisi karbon, serta merancang strategi pengurangan emisi secara terukur.
Fredi menjelaskan, manfaat green logistics tidak hanya dirasakan pelanggan industri yang semakin dipermudah dalam mencapai target dekarbonisasi, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan dengan menekan emisi karbon sektor transportasi yang berdampak pada pengurangan polusi, peningkatan kesehatan lingkungan, dan adanya opsi layanan logistik yang lebih berkelanjutan.
"Kehadiran geen logistics turut mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2060 yang dicanangkan pemerintah. Dari sisi perekonomian, inisiatif ini juga mendorong peningkatan daya saing sektor logistik nasional di pasar internasional yang kini semakin menuntut praktik bisnis hijau," jelas dia.
Fredi melanjutkan bahwa penerapan green logistics secara luas akan memperkuat ekosistem logistik hijau di Indonesia. Hal ini bukan hanya menciptakan standar baru dalam rantai pasok, tetapi juga mendorong kolaborasi lintas sektor.
โKami percaya bahwa masa depan logistik harus berorientasi pada keberlanjutan. Dengan green logistics, KAI Logistik tidak hanya menghadirkan solusi ramah lingkungan, tetapi juga menjadi mitra strategis pelanggan dalam mencapai visi keberlanjutan,โ tutup Fredi.
