KAI Targetkan Pengembangan Kereta Api Luar Jawa Dimulai Tahun 2026

13 November 2025 15:11 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KAI Targetkan Pengembangan Kereta Api Luar Jawa Dimulai Tahun 2026
PT KAI menargetkan pengembangan layanan kereta api di luar Pulau Jawa bisa dimulai pada 2026.
kumparanBISNIS
Ilustrasi Kereta Api Argo Muria. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kereta Api Argo Muria. Foto: Shutterstock
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI menargetkan pengembangan layanan kereta api di luar Pulau Jawa bisa dimulai pada 2026.
Hal ini diungkapkan Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, saat mendampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono dan pejabat terkait lainnya ke Beijing, Qingdao, dan kota lain di China untuk bertemu dengan sejumlah pemangku kepentingan termasuk dengan Menteri Transportasi China.
"Mau tidak mau kami harus mulai ekspansi itu di tahun 2026 dan tentunya Pak Presiden maunya dilaksanakan dan selesai dalam periode pertama beliau," kata Bobby Rasyidin di China, dikutip dari Antara, Kamis (13/11).
Bobby mengatakan kehadirannya di China bersama dengan pejabat lainnya membahas mengenai pengembangan kereta berbasis green field atau proyek kereta api yang baik perancangan maupun pembangunan jalurnya sepenuhnya baru, termasuk jembatan, terowongan, tanggul, dan galian yang diperlukan untuk membangun seluruh jalur rel, stasiun, sistem persinyalan, serta elektrifikasi.
"Di China kami juga bicara mengenai 'financing' proyek yang sifatnya lebih ekspansi seperti misalnya di Kalimantan, dari 'green field' bagaimana kita membangun jaringan kereta di 'green field'," tambah Bobby.
Berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 Tentang Perubahan Kedelapan Atas Permenko Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Proyek Strategis Nasional tertanggal 24 September 2025, terdapat satu proyek kereta di Kalimantan yaitu Infrastruktur Kereta Api Logistik di Kalimantan Timur.
"Kemudian penambahan jaringan juga di Sumatera, peningkatan kapasitas juga di Sumatera. Kami juga akan modernisasi jaringan kita di Pulau Jawa, ekspansi juga yang ada di Sulawesi karena di Sulawesi itu harusnya sekitar 300 kilometer jalur kereta tapi yang baru terbangun itu 83 kilometer, jadi kami ingin bisa sampai ke Sulawesi Utara," jelas Bobby.
Dirut PT KAI Bobby Rasyidin. Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Selain di Kalimantan, Permenko tersebut juga memuat sejumlah rencana infrastruktur kereta di luar Pulau Jawa yaitu Kereta Api Makassar - Parepare (Tahap I dari Pengembangan Jalur Lintas Barat Sulawesi Bagian Selatan); Kereta Api Tebing Tinggi - Kuala Tanjung (mendukung KEK Sei Mangkei, bagian dari Jaringan Kereta Api Trans Sumatera); Kereta Api Rantau Prapat - Kota Pinang; Infrastruktur Kereta Api Logistik di Kalimantan Timur, dan Light Rail Transit (LRT) Provinsi Sumatera Selatan (Metro Palembang).
Sebelumnya saat peresmian Stasiun Tanah Abang pada 4 November 2025, Presiden Prabowo Subianto mengatakan akan memperluas pembangunan jalur kereta api ke luar Pulau Jawa termasuk Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Dia menegaskan jika proyek ini menjadi prioritas pemerintah guna memperkuat konektivitas dan menekan biaya logistik nasional. Pengembangan tersebut untuk pengangkutan barang logistik hasil bumi seperti kelapa sawit, karet, kopi, timah, nikel.
"Saya kira semua. Sumatera perlu. Karena itu juga tidak hanya untuk penumpang. Tapi terutama untuk barang, untuk logistik. Untuk hasil-hasil bumi kita yang ada di pedalaman untuk dibawa ke pelabuhan. Kelapa sawit, karet, kopi timah, tambang-tambang, nikel. Banyak sekali. Daripada pakai truk-truk yang banyak, jalan rusak. Habisin BBM, kereta api listrik, kita akan sangat turunkan biaya ekonomi," ujar Prabowo usai meresmikan revitalisasi Stasiun Tanah Abang di Jakarta Pusat, Selasa (4/11).
Reporter: Nur Pangesti
Trending Now